TOP 0 Daerah

Kepala Disperindag Kabupaten Pesawaran Sam Herman

JPNews - Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pesawaran Hipni Idris memcium adanya dugaan kongkalingkong antara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sam Herman dan Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (KUPT) Pasar Kedondong  Mursalin, atas bocornya Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi pasar.

"Setahu saya kadis inikan sudah teken kontrak dengan Asosiasi Para Pedagang Seluruh Indonesia (APPSI) untuk menarik retribusi di Pasar Kedondong, tapi pada kenyataan di bawah orang orang kadis ini masih ikut campur juga dalam penarikan ini tidak terkecuali KUPT-nya (Mursalin,red)," ungkap dia lewat sambungan telpon selulernya. Jumat (12/10).

Menurut dia, APPSI lebih efektif dalam penarikan retribusi pasar dibandingkan pihak dinas sendiri yang mengambilnya dari para pedagang.

"Pihak APPSI berani menargetkan diatas Rp 45 juta dalam sebulan, asal salary-nya itu diserahkan seluruh penarikannya kepada mereka, jangan ada campur tangan dari pihak dinas," tegasnya.

"Ini yang disayangkan oleh APPSI, karena mereka menilai kalau sudah teken kontrak menggunakan pihak ketiga, kenapa KUPT Pasar Kedondong ini masih ikut memungut juga, inilah yang mengakibatkan tidak tercapainya PAD setiap bulannya," timpalnya.

Hipni pun mengaku tidak menutup kemungkinan kalau permasalahan ini nantinya akan dibawa keranah hukum mengingat banyaknya kebocoran PAD yang terjadi di pasar Kedondong selama bertahun-tahun.

"Segala kemungkinan bisa terjadi, tidak terkecuali kita dari Pansus membawa permasalahan ini ke pihak kepolisian," tutupnya.

Menanggapi itu, Kepala Disperindag Kabupaten Pesawaran Sam Herman membantak adannya keterlibatan dirinya dalam bocornya PAD pada retribusi pasar.

“Gini aja, hari Senin nanti akan kita beberin semua terkait PAD ini, berapa yang masuk berapa yang kita setorkan ke Kasda, biar tidak ada su’udzon (buruk sangka,red) bila perlu nanti kita akan ekspose didepan media," tegas dia.

"Pokoknya nanti kita akan bawa dan tunjukan ke Pansus, ini loh berapa penerimaan uang dari seluruh KUPT pasar, berapa yang diterima Kasda nanti kita cocokan bersama, kalo tidak klop berarti ada kebocoran, kalo alibi ginikan kerok kitanya," tambah dia.

Herman melanjutkan penarikan yang dilakukan APPSI ini masih menggunakan tenaga orang yang sebelum teken kontrak dengan mereka sudah dipekerjakan sebagai penarik retribusi.

"Iya memang ada petugas saya yang ikut menarik retribusi pasar tersebut, tapi itu memang sudah dipergunakan oleh APPSI untuk menariki retribusi, dan tanggung jawab mereka terhadap APPSI karena sudah saya serahkan tanggung jawab nya ke pihak ketiga," tutupnya.

"Kalau saya menilai itu tidak masalah, asalkan mereka bertanggung jawab atas setoran mereka terhadap APPSI, jadi saya kira itu tidak ada kendala selagi mereka tanggung jawab," pungkas dia.

Ketika wartawan JP-News.id mencoba mengkonfortir peryataan pansus ke KUPT Pasar Kedongdong, Mursalin lewat ponselnya tak diangkat. Demikian pula pesan singkat yang dikirim tak dibalas.

(snd/mst/JPN)

Komentar

Daerah Lainnya