ilustrasi

JPNews - Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin mendorong pemerintah daerah untuk menghilangkan iklan, promosi dan sponsor rokok agar dapat meraih predikat kabupaten-kota layak anak.

"Tentu perlu waktu. Memang proses panjang, Kita harus menempatkan kepentingan terbaik anak yang nomor satu dalam tujuan pembangunan," kata Lenny dalam sebuah lokakarya di Jakarta, Senin (29/1).

Lenny mengatakan penghilangan iklan, promosi dan sponsor rokok menjadi bagian dari pengendalian tembakau. Pengendalian tembakau merupakan kepentingan terbaik anak yang harus dikedepankan.

Melalui penghargaan Kabupaten-Kota Layak Anak, Lenny mengatakan tujuan akhirnya adalah mencapai Indonesia Layak Anak pada 2030.

"Tujuan 2030 itu tidak bisa ditawar lagi. Beberapa pihak, termasuk Istana sudah mendesak agar dipercepat. Itu semua bisa tercapai bila melibatkan semua pihak," tuturnya.

Menurut Lenny, pencapaian Indonesia Layak Anak 2030 tidak hanya kepentingan pemerintah tetapi juga seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, media dan dunia usaha.

"Jangan kerja sendiri-sendiri. Bahasa teman-teman di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, harus holistik, integratif dan berkelanjutan. Bahasa saya, harus dikerjakan secara keroyokan," katanya.

Lenny hadir dalam Lokakarya "Menuju Kabupaten-Kota Layak Anak Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok" yang diselenggarakan Yayasan Lentera Anak. Lokarya tersebut diikuti kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dari 15 kabupaten dan kota.

Lokakarya tersebut juga meluncurkan buku hasil pemantauan iklan, promosi dan sponsor rokok di 10 kota yang dilakukan 170 anak anggota Forum Anak di 10 kabupaten dan kota.

Menurut hasil pemantauan, terdapat 2.868 iklan, promosi dan sponsor rokok di 10 kabupaten dan kota yaitu Bandar Lampung, Batu, Banjarmasin, Bekasi, Kupang, Mataram, Pasaman Barat, Pekanbaru, Semarang dan Tangerang Selatan. (ant/fng)

Komentar

Nasional Lainnya