Foto screenshoot akun FB Nursiani Rahmat

JPNews - Sekelompok aktivis muda dari Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) Sukabumi yang tergabung dalam Nahdliyin Muda Sukabumi berencana untuk meminta keterangan dari pemilik akun facebook Nursiani Rahmat. Pasalnya, akun tersebut dianggap telah melecehkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj.

Informasi yang dihimpun JP-News.id, Jumat (26/1) lalu, aku Nursiani Rahmat memposting foto KH Said Aqil Siradj yang tengah terbaring sakit dengan caption foto "Said Aqil Siradj terlantarkan sakit membujur tak berdaya TERAPI YANG COCOK BUAT DOI YA ??? Mohon masukannya bro wa sista". Sontak, warganet lain yang mudah terpicu provokasi akun tersebut ikut berkomentar.

Kebanyakan memberi komentar bernada sindiran. "Ruqyah ustadz," tulis akun bernama Enjet Zaenal Mutaqien. "Mati belom," tulis akun bernama Sri Kenty Kenty. "Diterapi dalam tanah, biar ngerasain hidup ada akhirnya jadi ga songong dan sombong," kata akun bernama Dewi Salsabila. "TERAPY PEMBETULAN OTAK BLAKANG...BIAR GAK SAKIT PIKIRANNYA," timpal akun bernama Akhtar Hamzah.

Namun tak semua memberi komentar yang tak pantas. Seperti yang ditulis akun bernama Ust.Surya. "Semoga dgn datangnya sakit,, dapat menjadi hikmah..," tulisnya. Pun demikian dengan akun bernama Muhamad N Ikhsan. "Ayo... Adab dan akhlaq kita di uji. Doakan yang terbaik, ketika mendoakan yg buruk, akan kembali ke kita," tulis Muhamad N Ikhsan.

Ketua Nahdliyin Muda Sukabumi, Wingwing Suhendar meminta kepada pemilik akun tersebut untuk segera membuat permintaan maaf resmi dengan membuat video atau surat bermaterai yang ditujukan langsung kepada KH Said Aqil Siradj. Wingwing menyebut, Nahdliyin Muda Sukabumi memberikan waktu paling lama 2x24 jam kepada pemilik akun untuk meminta maaf secara resmi, sebelum pihaknya bertabayyun ke kediaman pemilik akun.

"Pemilik akun juga harus meminta maaf kepada kyai-kyai yang ada di Sukabumi dengan menggunakan surat terbuka. Jika tidak, akan kami proses secara hukum," tegas Wingwing, Senin (29/1) di Kantor PCNU Kabupaten Sukabumi.

Wingwing menambahkan, hal itu dilakukan untuk memastikan kejadian semacam ini tidak terulang kembali di kemudian hari, kepada siapapun, terutama kepada para Kyai.

"Kami sudah menyimpan data lengkap pemilik akun, jadi kita saat ini menunggu niat baik pemilik akun saja, kalau tidak ada permohonan maaf kami akan proses," lanjut Wingwing.

Pantauan JP-News.id, postingan tersebut tak lagi nampak di jejaring sosial. Bahkan, saat hendak dicari kebenarannya lebih lanjut, akun Nursiani Rahmat tak lagi aktif dan dikabarkan telah dihapus oleh pemiliknya. (hrl/drw)

Komentar

Jabar Lainnya