TOP 0 Daerah

Bupati Parosil saat hadiri upacara HUT TNI ke-73 di Balam, Jumat (5/10). Foto: humas Lambar for JPNews

JPNews - Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus bersama Gubernur serta kepala daerah lainnya du Lampung mengadiri upacara Hari TNI ke-73 di Lapangan Saburai, Enggal, Bandarlampung (Balam), Jumat (5/10).

Upacara dilaksanakan secara Militer dipimpin oleh Danrem 043 Garuda Hitam Kolonel Kav Erwin Djatniko selaku inspektur upacara.

Parosil didampingi Kabag Humas dan Protokol Setkab Lambar  Burlianto Eka Putra, dalam rilis yan dikirim Humas Setkab Lambar, Jumat (5/10), mengatakan TNI lahir dari rakyat, sebagai tentara rakyat,  dan tak dapat dipisahkan dari rakyat. "Kekuatan utama TNI adalah dukungan rakyat. TNI tak bisa dipisahkan dari rakyat sebagai penjaga keutuhan bangsa Indonesia," jelasnya. 

Dengan kemerdekaan yang tentu dijaga TNI dan unsur lain, Bupati Parosil menjelaskan ketika negara kita aman dari berbagai ancaman, maka akan mampu meningkatkan daya saing ditingkat global, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, dalam amanat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dibacakan Erwin Djatniko pada Upacara Hari TNI ke-73, menjelaskan Profesionalisme TNI harus terus ditingkatkan dan diwujudkan dalam berbagai pelaksanaan operasi dan kegiatan serta latihan TNI. 

"Profesionalisme TNI harus diwujudkan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan juga dalam menjaga perdamaian dunia," jelasnya. 

Sebagai alat negara, menurut Erwin Djatniko, tugas TNI tidak lepas dari berbagai tantangan yang semakin Kompleks. Perkembangan politik ekonomi dan teknologi global telah menciptakan ruang dan metode perperangan baru. Selain itu, krisis ekonomi yang diikuti dengan ketegangan percaturan politik global telah membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangka prospek masa depan. 

"Ketidakpastian akibat krisis ekonomi politik dan kepemimpinan Global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi, telah membawa perang masuk ke berbagai dimensi seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang cyber, perang opini dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara. Era perang kinetik bergeser ke arah perang digital nonmetal tapi tetap menimbulkan dampak merugikan bagi kehidupan masyarakat bernegara," jelasnya. 

Selain menghadapi kompleksitas tantangan, Erwin juga menjelaskan ke depan semua pihal juga harus menghadapi gejala alam yang terjadi akhir-akhir ini. TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai harus membantu p emerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat Papua, letusan gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, serta gempa bumi di Lombok dan Palu. 

"Tugas lain yang tidak kalah penting adalah membantu Pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan strategis nasional dan internasional seperti pengamanan Asian Games 2018, Asian para Games 2018 dan pengamanan sidang tahunan IMF World Bank di Bali," ujarnya. 

Belajar dari pengalaman masa lalu, mencermati perkembangan di masa kini, dan memperhatikan tantangan-tantangan di masa depan, jelas Danrem Erwin, Maka TNI harus terus mentransformasi diri menjadi kekuatan militer yang profesional handal dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan. 

"Untuk itu, TNI dan pihak terkait lainnya harus saling bersinergi dan mendukung pembangunan di Provinsi Lampung, sehingga dapat terwujud Lampung yang semakin baik lagi," harap Danrem Erwin.

(mst/JPN)

Komentar

Daerah Lainnya