TOP 0 Lampung

Jon Edwar

JPNews - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memproyeksikan segera melakukan penertiban penjualan minuman beralkohol ditingkat warung, hotel, dan restaurant yang menjadi penjual yang belum dan tidak memiliki dokumen perizinan yang lengkap.

Kepala DPMPTSP, Jon Edwar, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (4/10), mengatakan bahwa di Pesibar sendiri subdistributor minuman yang sudah memiliki dokumen perizinan yang lengkap dan resmi yaitu Toko Sherly, Toko Novi, dan Toko Ris. "Selain dari ketiga itu, para penjual lainnya belum memiliki izin," ungkap Jon.

Untuk itu, menurut Jon, dirasa sangat perlu dilakukannya penertiban secara tegas terhadap pengecer dan pengelola hotel dan restaurant di Pesibar yang menjual minuman beralkohol tanpa perizinan resmi. 

"Besok teguran ketiga akan dilayangkan kepada para warung pengecer dan pengelola hotel dan restaurant yang menjual minuman beralkohol bodong," lanjutnya.

Jika para pengecer bodong dimaksud masih membandel untuk melengkapi usaha penjualan minuman beralkohol miliknya dengan perizinan resmi, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas, bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). 

"Minggu depan deadline penertiban warung pengecer, hotel dan restaurant yang menjual minuman beralkohol bodong. Akan ditutup dengan menyegel lokasi penjualan, bahkan jika memang diharuskan objeknya akan disita," tambahnya.

Masih kata Jon, di Pesibar sendiri tercatat ada 51 hotel, losmen, dan cottage. Namun tidak secara keseluruhan angka tersebut melakukan penjualan minuman beralkohol. 

"Untuk itu diimbau kepada masyarakat yang melakukan penjualan minuman beralkohol untuk segera mengurus keperluan perizinanya," pungkas Jon. 

(ers/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya