Kabid Propam Polda Kombes Hendra Supriyatna. Foto: Istimewa

JPNews - Bidpropam Polda Lampung menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap empat oknum anggota Satlantas Polres Lampung Barat (Lambar).

Keempat oknum itu, yakni AS, FD, AR (Polwan) dan YR selaku Baur SIM Satlantas Polres Lambar.

Mereka diduga melakukan praktek pungutan liar (pungli) terhadap pemohon yang hendak ‘nembak’ pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). 

Dari OTT itu, Bidpropam Polda berhasil mengamankan barang bukti berupa uang Rp11 juta, beberapa lembar pasfoto pemohon pembuat SIM serta SIM yang sudah jadi. 

Menurut Kabid Propam Polda Kombes Hendra Supriyatna, pihaknya melakukan OTT terhadap keempat oknum Polres Lambar pada Sabtu (29/9) lalu.  “Iya saat ini mereka sedang kita binsus, pembinaan khusus,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/10).

Hendra menegaskab pihaknya tidak akan segan-segan menindak pelaku pelanggaran dalam hal tersebut.  

“Ya tentu akan kita tindak tegas, tapi sebelum itu kan kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut, kemarin Kasat Lantas nya juga sudah datang kemari,” jelasnya. 

Sementara berdasarkan keterangan sumber terpercaya , mekanisme dugaan pungli yang dilakukan oknum Satlantas Polres Lambar yakni pemohon pembuat SIM dapat memperoleh SIM sesuai keinginannya. Pemohon cukup memberikan sejumlah uang terhadap para petugas tersebut tanpa harus datang ke Polres Lambar.

“Mereka yang mau buat SIM gak perlu datang ke Polres untuk melakukan ujian, cukup serahkan persyaratan seperti fotokopi KTP dan beberapa lembar pasfoto dan juga sejumlah uang. Untuk SIM C itu dibanderol Rp450 ribu hingga Rp500 ribu. Untuk SIM mobil atau SIM A dibanderol Rp800 ribu, pemohon bisa mendapatkan SIM itu dalam kurun waktu dua sampai tiga hari,” beber sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut. 

Menanggapi hal tersebut lagi-lagi Kabid Propam Polda tidak menampik. “Ya yang pasti mereka bayar lebih besar dibandingkan PNBP,” ujarnya seperti dilansir dari rilislampung.

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan keempat oknum petugas tersebut mengakui bahwa aksi yang mereka lakukan, menjalankan tugas atau instruksi dari pimpinan. Namun, belum ada kejelasan pimpinan yang dimaksud apakah Kapolres atau Kasatlantas Polres Lambar. 

(mst/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya