Seorang pengepul di Tanggamus memuat bawang merah. Harga komoditas ini kini anjlok. Foto: Veri Tanggamus for JPNews

JPNews - Harga bawang merah ditingkat petani di Tanggamus anjlok hanya Rp7-Rp8 ribu per Kg.

Tak pelak, petani bawang merah setempat menjerit.

Tentu kondisi ini petani menjadi miris, karena tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani selama musim tanam.

Petani bawang merah setempat, Muayin Zen mengatakan, biaya yang harus dikeluarkan oleh petani untuk perawatan hingga panen bawang merah tiap satu hektar lahan mencapai Rp80 juta.

Hal ini sebanding jika petani mendapatkan harga yang relatif lebih stabil yaitu Rp12 ribu sampai dengan Rp15 ribu, petani sudah mendapat keuntungan dengan produksi 8 ton per hektar. Akan tetapi saat ini harga bawang turun drastis dan imbasnya petani bawang merah merugi.

"Ketika harga jual ditingkat petanj anjlok seperti saat ini, semua yang berkepentingan menghilang semua petani seolah-olah didiamkan. Berbeda jika harga harga jual di pasar tinggi semua akan ribut, dan berbagai upaya dilakukan oleh Kementrian untuk mengantisipasinya, seperti gerakan menanam bawang dan cabe tahun lalu," katanya, Rabu (3/10).

Masih menurut Muayin, anjloknya harga bawang merah saat ini lantaran karena disetiap daerah yang merupakan sentra bawang merah, lagi panen raya.

Pemerintah dalam hal ini Kementrian, jika ingin mengelontorkan bantuan bibit hendaknya harus di koordinasikan lebih dahulu dengan Pemkab melalui Dinas Pertanian setempat. Karena dalam hal ini Dinas Pertanian yang memahami karakteristik di daerahnya masing-masing.

"Kalau pemerintah mau gelontorkan bantuan, diharapkan yang paling tepat itu dengan program tugas pembantuan (TP). Keuntungannya Pemkab melalui Dinas Pertanian tentu tahu betul kapan musim tanam yang pas serta tepat, sehingga tidak merugikan petani," ujarnya. 

Muayin menambahkan, jika program TP tersebut tidak digulirkan tentu imbasnya akan terus terjadi panen raya di semua daerah di Indonesia.

Kendati saat ini panen raya, yang seharusnya masyarakat membeli bawang dengan harga murah, justru harga bawang ditingkat pasar mencapai harga Rp15 ribu sampai dengan Rp16 ribu per kilogram.

"Ditingkat petani harga bawang Rp7 sampai dengan Rp8 ribu, sementara ditingkat pedagang harga melonjak drastis hingga mencapai Rp15 ribu.

Tentunya di sini tidak ada keadilan pasar antara petani dan pedagang, dan saya harap bagaimana di setiap daerah nantinya ada toko tani indo centre (TTIC) yang bisa menampung hasil petani dengan harga yang layak," imbuhnya.

(ver/JPN)

Komentar

Ekonomi Lainnya