JPNews - Sopir bus maut di jalur turunan Letter S Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Muhammad Adam (26), ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kecelakaan yang menewaskan 21 orang dan mengakibatkan 17 orang lainnya terluka, Sabtu (8/9) lalu.

"Setelah dilakukan BAP kemudian pemeriksaan saksi-saksi. Sudah memenuhi unsur sudah kami tetapkan tersangka," kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi kepada sejumlah awak media, Kamis (13/9).

Penetapan tersangka itu, Nasriadi menuturkan, lantaran Adam dinilai lalai saat mengendarai kendaraan tersebut.

"Dari pengakuan Adam, ia hanya kernet bus, bukan supir asli dan tidak memiliki SIM untuk mengemudi bus tetapi hanya mempunyai  SIM A sebagai pengemudi kendaraan kecil," terangnya.

Lanjut Nasriadi, begitu di lokasi kejadian, karena belum pernah melalui jalur jalan Cikidang ketika menuruni di jalur Letter S tersebut karena terjal dia berusaha melakukan pengereman. Namun tidak mampu dan berusaha oper perseneling, namun kakinya menginjak kopling sehingga laju kendaraan semakin kencang dan akhirnya masuk jurang sedalam 30 meter.

"Adam mengaku bahwa dia membawa bus mulai dari simpang TMC sekitar 300 meter arah ke Cikidang, sementara pengemudi aslinya alm. Jahidi membawa dari pool hingga simpang TMC, karena ngantuk akhirnya di bawa oleh Adam (kernet)," beber Nasriadi.

Menurut Nasriadi, Adam terancam dijerat Pasal 310 UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun kurangan penjara.

"Kalau dalam pemeriksaan lanjutan ada temuan faktor kesengajaan karena tidak berusaha untuk menyelamatkan maka bisa juga di kenakan pasal 311 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nasriadi mengatakan, Muhammad Adam merupakan warga Kelurahan Curug RT 01/05, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok ini, baru bekerja dua bulan di PO bus tersebut. (lan)

Komentar

Jabar Lainnya