TOP 0 Daerah

Matrohupi

JPNews - Ketua DPC PKB Kabupaten Pesawaran Matrohupi membantah jika Hasan Nahrowi yang diduga menganiaya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten setempat, Ustadz Endang Zainal Khaidir, Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dari PKB.

“Saya tegaskan, dalam DCS (daftar calon sementara) PKB di lima dapil, tidak ada nama Hasan Nahrowi. Dia juga bukan anggota partài kita. Kalau mau lebih jelas bisa di cek di DCS,” ujar Matrohupi saat dihubungi melalui telepon selulernya. Senin (10/9).

Bahkan dia mengaku tidak pernah kenal dengan Hasan Nahrowi.

“Yang mana orangnya? Orang mana ? Saya tidak tahu,” tukas Matrohupi.

Diberitakan, nasib nahas dialami Ustadz Endang Zainal Khaidir, yang juga merupakan Ketua MUI Pesawaran. Dirinya dianiaya oleh dua orang pria. Pria tersebut diketahui adalah Hasan Nahrowi salah satu bacaleg DPRD Pesawaran dari PKB dan Pardiman Ketua Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir (TTKDH) Provinsi Lampung.

Kejadian bermula ketika Ustadz Endang menghadiri tausiyah di Desa Ketapang Kecamatan Teluk Pandan, Jumat (7/9).

Selepas kegiatan tersebut Ustadz Endang  langsung di bawa ke rumah salah seorang warga di sana.

“Sebetulnya saya juga belum tahu secara pasti permasalahannya apa kata dia sih (Hasan Nahrowi ), saya sudah menfitnah dia,” kata Endang ketika ditemui di rumah sakit, Minggu (9/9).

Endang menjelaskan, Jumat malam ia mendapat udangan tausiyah diacara pernikahan di kediaman Arman warga Desa Ketapang. Namun, sesampainya di sana sebelum dimulainya acara tiba-tiba ada sms dari Pardiman yang diketahuinya Ketua TTKDH Provinsi Lampung. Isinya, tadz ini saya pak Pardiman ada di belakang kamu.

“Mendapatkan sms itu saya langsung menoleh kemudian saya menemui dia dan menyalaminya, biasalah kalau kita ketemu. Kata dia, ya sudah lanjut saja acara pengajiannya setelah acara ini nanti kita selesaikan,” beber Endang.

Dilanjutkannya, ketika pukul 22.00 Wib setelah selesai acara. Dirinya kemudian menemui Pardiman untuk mengajak makan, namun yang bersangkutan menolak. 

“Selesai acara tausiyah saya ajak makan tapi yang bersangkutan tidak mau, jawab dia terus saja katanya saya tunggu di luar," lanjutnya.

Setelah Ustadz Endang selesai makan dia pun berencana untuk segera pulang, saat dirinya menuju parkiran mobil tiba-tiba Pardiman muncul dan membawa Ustadz Endang menuju rumah salah seorang warga di sana yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari tempat lokasi acara tausiyah.

"Begitu saya masuk di ruang tamu saya lihat ramai orang di sana. Dan tiba-tiba Pak Hasan Nahrowi itu buka baju dan setengahnya mengancam saya sambil berdiri mendorong kepala saja dengan tangannya kata dia kamu sudah fitnah saya," ujar Ustadz Endang menirukan suara Hasan Nahrowi.

"Kata saya fitnah apa? kamu sudah bilangin saya dukun cabul. Sambil menengulkan kepala saya berulang-ulang. Kamu mau apa? mau ngadu apa buka kitab atau berantem hayok. Saya jawab mohon maaf pak saya bukan tukang berantem dan saya minta maaf mungkin saya punya salah sebagai manusia ada kekhilafan. Jawab dia gak bisa, kembali dia mendorongkan kepala saya dengan tangannya,” beber Endang.

Saat itu posisi dirinya sedang berada di pojok sudut ruang tamu. 

“Pada saat kejadian saya itu ada di pojok rumah ketika Pak Hasan Nahrowi mendorong kepala saya dengan lengannya. Tiba-tiba Pak Pardiman ini ikut memukul saya dibagian dagu. Kejadiannya sangat cepat tiba tiba ada tangan meluncur menghantam dagu saya dua kali pukulan hingga hidung saya mengeluarakan sedikit darah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ustad Endang menceritakan, setelah kedua orang tersebut menganiayanya, dirinya juga diminta mundur dari jabatanya selaku Ketua MUI Pesawaran. 

“Saya kenal dengan kedua orang itu, kenal di lapangan, yang satu namanya Hasan Nahrowi salah satu bacaleg DPRD Pesawaran dari PKB dan Pardiman Ketua TTKDH Provinsi Lampung. Entah apa yang menyebakan mereka berbuat semacam ini saya juga belum tahu secara pasti. Namun saat kejadian kata Hasan Nahrowi berkata sambil merekam berucap bahwa malam ini juga saya harus mengundurkan diri dari ketua MUI. Kamu itu gila jabatan ada mobil dinas ketua MUI juga. Karena saya tidak mau terjadi pemukulan lagi terhadap saya, saya pun bergegas pergi dari rumah tersebut. Dari pada saya babak belur, itu pun yang bersangkutan terus saja mengajak saya berkelahi tapi tidak saya ladeni,” tambahnya.

Yang sangat disayangkan, banyak sekali warga yang melihat kejadian ini namun tak satu pun ada yang mencoba melerai. 

“Kejadian ini sudah saya laporkan ke Polres Pesawaran. Harapan saya, untuk pelaku segara ditangkap dan diberikan hukuman seadil-adilan karena ini sudah masuk ranah penganiayaan,” harapnya.

Atas kejadian tersebut Ustadz Endang pun merasa trauma dan kaget atas kejadian yang menimpaku dirinya. 

(ram/snd)

Komentar

Daerah Lainnya