Kepala Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur, Harry Herawan

JPNews - PT Jasa Raharja (JR) perwakilan Sukabumi-Cianjur bayarkan santunan kepada dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi di turunan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,  Sabtu (8/9) lalu.

Kecelakaan bermula saat bus bernopol B 7025 SGA milik PO (Perusahaan Otobus) Jakarta Wisata Transportasi ini mengakibatkan 21 orang dinyatakan tewas termasuk sopir dan korban luka-luka.

Berdasarkan data yang dihimpun bus tersebut mengangkut 39 penumpang karyawan PT Catur Putra Group, berangkat dari Bogor dengan tujuan salah satu tempat arung jeram dalam rangka acara gathering.

Kepala Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur,  Harry Herawan menuturkan, setelah mendapatkan informasi terkait kecelakaan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polres Sukabumi, dan bergerak cepat untuk melakukan jemput bola.

"Dengan kelengkapan administrasi dan survey keabsahan ahli waris untuk proses pembayaran santunan meninggal dunia, dan untuk korban yang mengalami luka-luka kami berikan santunan biaya perawatan dengan mekanisme overbooking ke Rumah Sakit. Yang artinya, seluruh biaya di Rumah Sakit tersebut Jasa Raharja yang akan menanggungnya sampai dengan maksimal Rp 20 juta. Dan satunan kepada korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta ," terang Harry saat dikonfirmasi JP-News.id, diruang kerjanya, Senin (10/9).

Lanjut Harry, santunan untuk korban meninggal dunia yang diberikan sebesar masing masing  Rp 50 juta melalui rekening  yang bersangkutan dan tidak dipungut biaya apapun, sesuai dengan Peraturan menteri keuangan Nomor 16/PMK/010/2017 tentang besaran santunan Sumbangan Wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.

"Kami menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban kecelakaan, semoga dana santunan yang diterima dapat bermanfaat untuk keluarga yang ditinggalkan, santunan yang dibayarkan oleh Jasa Raharja merupakan bukti nyata negara hadir dalam memberikan santunan kepada mereka yang mengalami musibah kecelakaan," ucap Harry.

"Kedua korban yang mendapatkan santunan tersebut, Muhamad Darwis asal Cikakak, Palabuhanratu yang diterima istrinya sebagai ahli waris Mira kalista dan Agus Syamsudin asal Sagaranten diterima ahli waris yang juga istrinya Noneng Sumarni," pungkas Harry. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya