JPNews - Bus pariwisata yang mengalami kecelakaan terjun ke jurang sedalam 31 meter di turunan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,  Sabtu (8/9), ternyata tidak mengantongi sertifikasi uji KIR. 

Temuan itu terungkap saat tim dari Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, terjun ke lokasi kecelakaan. Dan melakukan pemeriksaan standar keselamatan kendaraan.

"Kami melakukan analisa penyebab kecelakaan. Hasil sementara pengamatan kami, pertama kondisi kendaraan sejak 2016 tak uji berkala," beber Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi kepada sejumlah awak media usai meninjau lokasi kejadian, Minggu (9/9).

Menurut Budi, bus pariwisata tersebut dua tahun tak melakukan uji KIR kendaraan berkala. Untuk penindakan perusahan bus terancam menjadi tersangka.

"Untuk proses selanjutnya bus akan ditangani oleh pihak kepolisian. Bangkai bus dibawa ke Polres Sukabumi untuk diperiksa lebih lanjut," ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, masih mendalami apakah ada kesengajaan atau tidak dalam hal kewajiban Uji KIR ini. 

"Pihak perusahaan bus sangat mengabaikan keselamatan penumpang, seharusnya, utamakan keselamatan salah satunya uji KIR dan Ramcek sebelum berangkat," imbuhnya.

Disamoing itu, sambung Budi, perlunya kesadaran dari kalangan pengusaha angkutan umum, untuk menggunakan kendaraan yang layak jalan. 

“Semuanya demi kesalamatan dijalan raya. Masyarakat harus berani memeriksa kelengkapan dokumen bus wisata yang mau disewa," tandasnya.

Seperti diketahui, kecelakaan terjadi di turunan Letter S, tepatnya di Kampung Bantarselang,  Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Akibat insiden  bus bernopol B 7025 SGA milik PO Jakarta Wisata Transportasi ini mengakibatkan 21 orang dinyatakan tewas termasuk sopir dan korban luka-luka. 

Berdasarkan data yang dihimpun bus tersebut mengangkut 39 penumpang karyawan PT Catur Putra Group, berangkat dari Bogor dengan tujuan salah satu tempat arung jeram dalam rangka acara gathering. (drw)


Topik : Kecelakaan Bus

Komentar

Jabar Lainnya