JPNews - Puluhan Mahasiswa yang tergabung di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sukabumi menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (7/9).
Aksi mereka menolak kenaikan tarif tiket Kereta Api (KA) Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS). Mereka meminta kenaikkan tarif tiket KA Pangrango pasalnya tarif tersebut dapat memberatkan masyarakat kelas bawah.
Kepala Departemen Kebijakan Publik KAMMI Sukabumi, Oksa Bachtiar mengatakan, kenaikan harga tiket KA Pangrango membuat masyarakat kecewa, pasalnya tarif tersebut dapat memberatkan masyarakat kelas bawah, padahal seharusnya pemerintah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menggunakan KA sebagai transportasi umum yang ekonomis.
"Kekecewaan masyarakat Sukabumi kian bertambah, pasalnya setelah melemahnya nilai tukar rupiah, kini masyarakat Sukabumi dikagetkan dengan naiknya tarif Kereta Api Pangrango (Sukabumi-Bogor, dan sebaliknya). Jika harga awal Rp. 25.000 untuk kelas ekonomi dan Rp. 70.000 menjadi Rp. 35.000 untuk Ekonomi dan Rp. 80.000 untuk kelas Eksekutif," bebernya kepada sejumlah awak media usai aksi, Jumat (7/9).
Lanjut Oksa, kenaikan nilai tukar rupiah dan tarif tiket KA membuat masyarakat Sukabumi tercekik, dan jika dibiarkan saja akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat Sukabumi.
"KAMMI Sukabumi sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang selalu membela kepentingan-kepentingan masyarakat kecil yang tertindas, menyatakan sikap, mendorong DPRD Kota Sukabumi melalui DPR RI untuk mendesak Pemerintah Pusat agar segera melakukan tindakan-tindakan yang rill dalam rangka mengatasi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, salah satunya dengan meninjau kembali kebijakan pembangunan insfrastruktur yang dimana dominan mengandung aktivitas impor," tegasnya.
Disamping itu, sambung Oksa, pihaknya mendorong DPRD Kota Sukabumi melalui DPR RI untuk mendesak Pemerintah Pusat agar melakukan optimalisasi aktivitas ekspor, tidak hanya dalam hal kuantitas akan tetapi juga dalam hal kualitas komoditas yang di ekspor melalui usaha pertambahan nilai terhadap komoditas yang di ekspor.
"KAMMI Mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Sukabumi untuk mengkampanyekan #SaveRupiah dan mengurangi penggunaan produk-produk Impor. Serta Mendorong DPRD Kota Sukabumi melalui DPR RI untuk memberikan himbauan kepada PT KAI agar mengembalikan tarif tiket Kereta Api Pangrango ke tarif semula," ungkapnya.
Selain itu, KAMMI mengajak kepada seluruh warga Sukabumi mendukung untuk menolak kenaikan tarif tiket Kereta Api Pangrango.
Pantauan JP-News.id, peserta aksi yang didominasi kaum perempuan membawa spanduk bertulisan "#saverupiah & tolak kenaikan harga tiket kereta api". (drw)

Komentar

Jabar Lainnya