TOP 0 Daerah

Dok JPNews

JPNews - Setelah Desa Kemalaraja Kecamatan Tanjungraja Kabupaten Lampung Utara, giliran Desa Sukamarga, Abung Tinggi juga dibidik Inspektorat.

Inspektur Man Kodri bahkan dengan lugas menyoroti indikasi pengurangan volume pekerjaan sumur bor di Desa Sukamarga bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2017.

Bahkan, Man Kodri, memastikan segera membentuk tim guna menelusuri informasi atas adanya dugaan pengurangan volume pekerjaan sumur bor di Desa Sukamarga.

"Semua desa kita perlakukan sama. Kami akan segera turun lapangan untuk meninjau secara langsung atas informasi yang berkembang. Saat ini, belum dapat dipastikan. Apabila benar, tentu akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas Man Kodri, saat dikonfirmasi, Rabu (5/9).

Diberitakan sebelumnya, sumur bor yang terletak di Dusun IV Sidorejo, Desa Sukamarga, Minggu (26/8), kepergok dalam diperbaikan.

Ketika itu, tampak pipa paralon (pvc) tergeletak di sisi bak penampung air. Begitu juga dengan mesin pompa air. Saat awak media menghitung jumlah pipa paralon (pvc) berukuran 1 inch, yang tergeletak di sisi bangunan sumur bor, pipa pvc dimaksud hanya berjumlah 11 pipa.

"Mungkin sumur ini kurang dalam ya, Mas? Ini cuma ada 11 pipa loh. Jika dihitung kedalaman sumur ini dengan mengalikan pipa ini yang berukuran panjang 4 meter masing-masing pipa, berarti hanya berkisar 44 meter saja, Mas. Setahu saya kan sumur bor dari Dana Desa itu kedalamannya harus 60 meter," terang warga setempat yang enggan namanya disebutkan, saat ditemui awak media ini Senin, (27/8).

Meski demikian, saat dikonfirmasi awak media ini, Rabu (29/8), Kades Sukamarga, Isak mengelak jika dugaan pengurangan kedalaman sumur bor tersebut atas unsur kesengajaan pihaknya.

"Jika dikatakan saat mengerjakan pembuatan sumur bor tersebut pihak kami dengan sengaja mengurangi tingkat kedalamannya, saya kira hal itu tanggung jawab dari pengebor. Dalam RAB pekerjaan tertuang kedalamannya 60 meter. Namun, pengebor saat itu menyatakan jika sudah mendapatkan sumber air yang besar untuk apa mencapai kedalaman sesuai dengan RAB," elak Isak seraya mengatakan pembuatan sumur bor tersebut dikerjakan oleh RH. Nadi, pengusaha sumur bor, warga Dusun Talangparis, desa setempat.

Kades Isak juga menyampaikan, jika kedalaman sumur bor tersebut dinyatakan kurang memenuhi standarisasi, dirinya menyatakan siap untuk melakukan pendalaman kembali.

"Kalau memang sumur itu kurang dalam, ya, nanti didalamin lagi," tandasnya. 

(ian/ard/JPN)

Komentar

Daerah Lainnya