TOP 0 Daerah



JPNews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait adanya salah satu bacaleg yang tersandung kasus hukum ilegal loging. 

Hal ini diungkapkan oleh Ketua KPU Kabupaten Pesawaran Amin Udin, saat dihubungi media ini. Selasa (4/9). "Ya, saya sudah dengar dan kami selaku panitia penyelenggara pemilu akan segera berkoordinasi dengan polisi mengenai hal ini," ungkapnya.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya dalam menyikapi persoalan tersebut tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. "Yang pasti, yang bersangkutan ini tetap masih bisa masuk kedalam DCT, karena regulasi yang mengatur terkait kepesertaan bacaleg ini adalah orang yang yang sudah terpidana, kalau sekarang kan masih dalam proses hukum," katanya. 

Ia juga mengaku akan menyerahkan persoalan tersebut kepada partai politik pengusungnya. "Kalau menurut aturan KPU itu tidak masalah, tinggal kembali ke Parpol pengusungnya, apakah masih tetap di calonkan atau menggantinya," akunya. 

"Sebab, kita kan tidak bisa menghalangi hak politik seseorang, selama tidak ada aturan pemilu yang dilanggar semua orang masih tetap bisa untuk ikut kontestasi pemilu," timpalnya. 

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Pesawaran berhasil menangkap salah satu Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dari partai PAN untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Lima Kecamatan Way Lima, Kedondong, dan Way Khilau yang terlibat kasus ilegal logging. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi saat melakukan ekspose kasus di Mapolres Pesawaran, Senin (3/9). "Ya salah satu pelaku atas nama Masrirozi (42) warga Desa Sukajaya, Kecamatan Way Khilau merupakan salah satu Bacaleg untuk DPRD Kabupaten Pesawaran," ungkapnya.

Menurutnya, pelaku dalam menjalankan aksinya bersama dengan kedua rekannya. "Selain pelaku Masrirozi kita juga ikut mengamankan Nahit (52) warga Desa Teba Jawa, Kecamatan Kedondong dan Tinggar Fernandez (22) warga Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, ketiga pelaku ini kita tangkap pada Selasa (14/8)," ujarnya.

Mengenai status pelaku Masrirozi sebagai salah satu Bacaleg di Kabupaten Pesawaran, polisi juga akan berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Pesawaran dan Bawaslu. "Kita akan segera koordinasi dengan KPU dan Bawaslu mengenai status pelaku sebagai Bacaleg, nanti terkait kewenangan statusnya sebagai Bacaleg akan kita serahkan kepada panitia penyelenggara pemilu, tapi untuk proses hukumnya lanjut," tukasnya. 

(ram/ran/snd)


Topik : KPU Pesawaran

Komentar

Daerah Lainnya