Aksi penolakan pembebasan lahan warga serentak pasang spanduk penolakan.

JPNews - Warga Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terus berupaya keras agar alih fungsi lahan tidak terjadi. Salah satunya adalah dengan melakukan aksi pemasangan spanduk yang berisi tentang penolakan pembebasan lahan di wilayah tersebut.

Pantauan JP-News.id dilapangan, aksi serupa juga dilakukan oleh warga lainnya di Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Timur dan Desa Pasirtanjung Kecamatan Cikarang Pusat.

Spanduk-spanduk penolakan tersebut dipasang di sejumlah titik strategis di sepanjang jalan Kp. Sempora – Kp. Selang Cipayung.- Kp. Buni Herang - Kp. Ciranggon.

Seperti diketahui, saat ini nuansa pembebasan lahan di tiga desa tersebut tengah bergeliat dimana Biong (makelar tanah) terus bergerilya melakukan pembebasan lahan milik warga.

Beredar rumor wilayah tersebut nantinya akan beralih fungsi dari lahan pertanian menjadi zona agro industri. Apalagi, izin lokasi telah diberikan pemerintah daerah kepada para pemohon yakni PT. Mega Profita Abadi, PT. Trimulya Utama Sukses, PT. Kencana Kemilau Bintang, PT. Panca Surya Energi dan dan PT. Mitra Karisma Luhur. Kelima pemohon tersebut diketahui tercatat sebagai salah satu anak perusahaan raksasa nasional yang bergerak di bidang property (real estate).

Tokoh masyarakat Cikarang Timur, Gunawan mengatakan keputusan Pemerintah Daerah yang telah memberikan izin lokasi telah menciderai dan melukai perasaan masyarakat Cikarang Timur yang notabene sebagian besar warganya menggantungkan hidupnya sebagai petani.

Sebab, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 12 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi Tahun 2011 – 2031, mayoritas wilayah Cikarang Timur masuk dalam zona Lahan Pertanian Basah (LPB).

“Jika dibiarkan, maka tata ruang di wilayah Cikarang Timur akan rusak karena akan terjadinya alih fungsi lahan dari sawah menjadi real estate. Jadi wajar saja jika terjadi penolakan,” tegasnya. (Tin)

Komentar

Jabar Lainnya