Salah seorang ODGJ yang diamankan Sat Pol PP Kota Sukabumi belum lama ini.

JPNews - Orang gila (orgil) atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) seketika menjadi perbincangan hangat di Sukabumi. Serangkaian kejadian tentang ODGJ juga ikut mencuat.

Aparat gabungan Polres Sukabumi Kota dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi juga mulai menertibkan sejumlah ODGJ yang biasa berkeliaran.

Namun, seringkali banyak pihak kewalahan saat harus mengurusi ODGJ. Bahkan, ada yang tak bisa membedakan gejala-gejala ODGJ ringan dengan ODGJ berat. Padahal, orang yang terindikasi gila, stress dan depresi merupakan tigal hal yang berbeda.

 Baca juga: Respon Cepat, Polisi-Satpol PP Langsung Sisir ODGJ di Kota Sukabumi

Menyikapi hal tersebut, Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Informasi RSUD R Syamsudin SH, dr. Wahyu Handriana menyebut, ada beberapa tingkatan untuk seorang pengidap gangguan jiwa. Mulai dari gangguan jiwa ringan dan gangguan jiwa berat.

"Sebetulnya orang gila itu ada beberapa tingkatan. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Kalau sudah berat, itu tidak lagi bisa lagi mengurus dirinya sendiri. Secara penampilan sudah tidak mempedulikan, enggak pernah mandi, makan juga apa yang ada. Itu gangguan jiwa berat," ungkap Wahyu kepada JP-News.id, Rabu (7/2).

Secara kasat mata, lanjut Wahyu, pengidap gangguan jiwa berat akan memperlihatkan tutur kata dan gaya bicara yang tidak konsisten ketika diajak bicara. Meski ditanya, pengidap gangguan jiwa berat tidak akan nyambung saat memberi jawaban.

"Yang paling berbahaya dari pengidap gangguan jiwa berat adalah munculnya halusinasi, mendengar suara-suara, lalu bisa sampai membahayakan orang lain. Itu gejala-gejala psikotik namanya," paparnya.

Pengidap gangguan jiwa, masih kata Wahyu, selama ditangani dengan baik, masih bisa kemungkinan untuk bisa sembuh, meski tidak bisa seketika sembuh begitu saja. Rutin melakukan pemeriksaan secara medis akan sangat membantu penyembuhan pengidap gangguan jiwa.

"Kalau untuk gangguan jiwa ringan seperti stress dan depresi, kalau memang ingin disembuhkan, bisa berkoordinasi dengan kami, pihak rumah sakit. Jangan anggap sepele gangguan jiwa. Cegah sedini mungkin, jangan sampai membahayakan orang lain," pungkas Wahyu. (hrl/drw)

Komentar

Jabar Lainnya