Longsoran underpass rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Istimewa

JPNews - Bencana longsor robohnya dinding sepanjang 20 meter underpass (terowongan) rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, parimeter Km. 8+6/7 jalur Bandara Soetta-Batuceper, pada Senin (5/2) pukul 18:10 WIB lalu.

Longsor tersebut, menimpa mobil yang ditumpangi Mukhmainna dan Dyanti Dyah Ayu Cahyani Putri, hampir 13 jam keduanya tertimbun tanah sebelum berhasil dievakuasi petugas gabungan SAR.

Salah satu korban, Dyanti Dyah Ayu Cahyani Putri (24) meninggal dunia di RS Mayapada, Tangerang. Setelah menjalani perawatan usai dievakuasi petugas.

Sedangkan korban lainnya Mukhmainna kini tengah dirawat di RS Siloam Hospital Tangerang.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar mengatakan, peristiwa longsor underpass (terowongan) rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta tersebut bukan karena faktor alam.

"Longsor yang di Tangerang masalah kegagalan civil engineering terhadap beban beton penahan jalan, sedangkan yang di Soekarno Hatta lebih kepada teknik sipil, bukan geologi," tandasnya.

Disamping itu, Polres Bandara Soekarno Hatta telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa longsor underpass, Selasa (6/2).

"Olah TKP dilakukan oleh pihaknya dengan bantuan dari tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri," singkat Kepala Polres Bandara Soekarno Hatta Ajun Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan. (drw)

Komentar

News Indepth Lainnya