JPNews - PT Bio Farma mencatat sebanyak 26 negara yang merupakan anggota Organisasi Kerjasama Islam menggunakan vaksin MR (Measles Rubella) dari Serum Institute of India (SII). 

"Jadi vaksin MR yang diproduksi Serum Institute of India sudah dipakai di 26 negara anggota OKI seperti Malaysia, Iran, Kamerun dan Mozambik," kata Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma Bambang Heriyanto saat berkunjung ke Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Jakarta, Jumat (25/8).

Ke-26 negara anggota OKI itu adalah Malaysia, Indonesia, Yordania, Iran, Turki, Lebanon, Irak, Mesir, Afganistan, Albania, Aljazair, Azerbaijan, Bangladesh Burkina Faso, Gambia, Republik Kirgizstan, Libya, Maladewa, Mauritania, Moroko, Senegal, Tajikistan, Tunisia, Turkmenistan, Uzbekistan dan Yaman.

"Vaksin MR ini telah diekspor ke lebih dari 141 negara termasuk negara-negara Islam di dunia," ujar Bambang.

Dia menuturkan Serum Institute of India tetap menjadi satu-satunya pemasok vaksin MR yang telah lolos kualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan dapat memproduksi dalam kapasitas besar. Sementara, produsen lain diharapkan dapat mendapatkan prekualifikasi WHO atas vaksin mereka dalam waktu dekat hingga jangka menengah. 

Vaksin MR Serum Institute of India juga telah digunakan sebanyak lebih dari 1,6 miliar dosis di dunia dan sudah mempunyai data studi keamanan di berbagai negara.

Sedangkan Bio Farma masih dalam tahap mengembangkan vaksin MR.

Dia menuturkan hanya ada dua produsen vaksin MR di dunia saat ini yang mampu menyuplai vaksin itu ke negara lain.

China merupakan salah satu produsen vaksin MR namun belum mendapat kualifikasi WHO untuk dipasok ke negara-negara lain.

Pemilihan vaksin sendiri didasarkan pada pertimbangan kualitas dan kemampuan menyuplai dari produsen.

Jepang sendiri telah memproduksi vaksin MR namun masih dalam lingkup kebutuhan internal karena jumlah produksinya yang terbatas.

"Vaksin MR sudah mendapat sertifikasi WHO dan sudah diakui kualitasnya oleh WHO," tuturnya.

Sementara vaksin MR dari China belum mendapat sertifikasi WHO dan kualitasnya belum diakui WHO.

Terlepas dari polemik adanya unsur babi dalam proses produksi vaksin MR dari Serum Institute of India, namun vaksin itu masih menjadi satu-satunya pilihan untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri karena belum ada produsen lain yang mampu memenuhi standar kualitas dan kemampuan menyuplai produk.

Vaksin MR diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella (campak jerman). Imunisasi vaksin MR diberikan untuk semua anak usia sembilan bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun.

(ant/JPN)

Komentar

Nasional Lainnya