Foto: Istimewa

JPNews - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso mengaku siap memenangkan pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PAS), apabila semua partai politik koalisi setuju dengan usulan Prabowo yang menunjuknya sebagai ketua tim pemenangan.

"Ya namanya tentara harus siap, tidak ada yang tidak siap kalau untuk negara," kata Djoko di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (13/8).

Dia mengatakan dalam pertemuannya dengan Prabowo pada Selasa sore, Ketum Gerindra itu berpesan agar dirinya bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas dalam upaya pemenangan Prabowo-Sandi.

Menurut dia, nanti ada tim yang akan mengkomunikasikan dengan parpol koalisi terkait usulan Prabowo yang menunjuknya sebagai Ketua Tim Pemenangan.

"Nanti ada tim yang mengkomunikasikan. Saya ketika jadi Panglima TNI sudah biasa mengendalikan, tantangannya sama saja," ujarnya.

Sebelumnya, Bakal calon presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Jenderal (Purn) Djoko Santoso sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga namun akan dibicarakan dahulu dengan partai politik koalisi.

"Prabowo menunjuk kemungkinan Djoko Santoso dan sempat menanyakan apakah beliau bersedia atau tidak. Tadi Djoko Santoso bersedia, tinggal nanti apakah keputusannya disepakati parpol koalisi atau tidak, akan dibahas," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo di kediaman Prabowo, Jakarta, Selasa (14/8).

Dia mengatakan keputusan Prabowo itu diambil setelah mendengarkan masukan berbagai pihak termasuk menanyakan kepada bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno pada Selasa sore.

Menurut dia, Prabowo memiliki pertimbangan bahwa Djoko merupakan tokoh nasional dan mantan Panglima TNI yang memiliki kemampuan melobi serta dekat dengan semua kelompok.

Selain itu Edhy mengatakan dalam rapat konsolidasi yang dilakukan pada Selasa, Prabowo memanggil tokoh-tokoh senior Gerindra seperti Wakil Ketua Dewan Pembina Djoko Santoso dan Hasyim Djojohadikusumo, dan anggota Dewan Pembina Fuad Bawazier. (ant/JPN)

Komentar

Politik Lainnya