FOTO: JP-News

JPNews - Komitmen anggota DPD RI Andi Surya terhadap warga bantaran rel kereta api (KA) terus bergulir.

Kali ini, senator asal Lampung itu diminta Kades Rengas, Kecamatan Bekri Lampung Tengah, Tubi Suhaili, bersama perwakilan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bersatu Desa Rengas untuk persoalan sewa menyewa PT KAI dengan warga setempat.

Suhaili mengaku bahwa pihak PT. KAI beberapa waktu lalu menyurati warganya untuk hadir dalam sosialisasi yang dijadwal esok hari, Rabu (15/8).

"Undangan sosialisasi ini ujung-ujungnya menekan warga untuk tanda tangan sewa menyewa lahan GroundKaart. Tentu kami harus lapor ke Pak Andi," ucap dia di Restoran Tahu Sumedang Wates Lamteng, Selasa (14/8).

Menanggapi itu, Andi menegaskan bahwa masyarakat jangan terprovokasi oleh PT. KAI karena sesuai undang-undang perkeretaapian. PT KAI hanya operator gerbong dan lokomatif sementara pemilik rel dan lahan 6 meter kiri kanan rel adalah Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhunungan. 

"Apalagi status lahan groundkaart itu tidak masuk dalam sistem hukum RI karena groundkart itu produk zaman belanda tahun 1913. Masak kami harus mengakui sesuatu yang bukan produk hukum kita apalagi Belanda yang pernah menjajah kita," jelasnya.

Andi melanjutkan undangan PT. KAI tersebut seperti undangan menghadiri acara ulang tahun.

"Jadi boleh datang boleh juga tidak. Sebaiknya tidak perlu dihadiri karena tidak ada dasarnya, kecuali PT KAI bisa menunjukkan sertifikat hak milik terhadap lahan-lahan warga. Bagi warga Desa Rengas yang telah terlanjur tanda tangan sewa tidak perlu khawatir karena dengan sendirinya perjanjian sewa menyewa itu batal demi hukum karena tidak ada dasarnya," tutup Andi.

Ketua Forum bersatu Warga Desa Rengas Jumali, secara lugas menegaskan semua tidak takut dengan undangan ini karena menurut undang-undang apa yang dilakukan oleh PT KAi tidak sah.

"Ya kan kami dilindungi undang-undang agraria dan perkeretaapian. Sebaiknya PT KAI tidak lagi mengganggu kami," pungkas dia. (yt/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya