JPNews - Polres Lampung Barat (Lambar), menggelar konferensi pers terkait penangkapan pelaku perburuan satwa dilindungi, di Mapolsek Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Senin (13/8), sekitar pukul 08.30 WIB. 

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana, yang didampingi oleh Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto, Kapolsek Bengkunat Iptu. Ono Karyono, dan Kasdim 0422 Lampung Barat Mayor Agus S. 

Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana, menjelaskan bahwa, sebelumnya pihak Kepolisian setempat mendapatkan informasi akan adanya penjualan satwa dilindungi, diwilayah hukum Mapolsek Bengkunat. 

Dan atas penyelidikan lebih lanjut, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Bengkunat, petugas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Tambling Wildflife Nature Conservation (TWNC), dan Gakum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) Seksi Wilayah 3 Palembang, mengamankan 4 tersangka berikut barang bukti (BB). 

"Atas informasi yang didapat oleh Intelegen dan tim lakukan tindakan penangkapan terhadap tersangka. Kegiatan itu merupakan tindakan yang melanggar Undang – Undang tentang perlindungan satwa dilindungi," jelas Kapolda. 

Kedepan, Polda Lampung dan Polres Lambar, akan membackup penyelidikan itu agar bisa diungkap ke jaringan yang lebih luas. "10 orang telah diamankan, dan akan dijerat dengan pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf b dan d UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah," tutupnya. (ers/JPN)

Berikut nama-nama 10 pelaku yang sudah ditangkap:

1. Hendra bin Karim (63)

2. Aroni alian Inday bin Sahmin Ahyar (60)

3. Mardiansyah bin Durani (38)

4. Fahrizal Husin bin Efendi Husin (54)

5. Toha bin Sakur (36)

6. Wibowo bin Makim (35)

7. Sugiono bin Sakimun (35)

8. Musef bin Hamim (27)

9. Gareng bin Katijo (22)

10. Arianto bin Muhtarom (35)

Komentar

Lampung Lainnya