Kapolda Lampung Irjon Pol Suntana saat Konpres di Polsek Bengkunat Pesibar, Senin (13/8. Foto: Erson N/ JP-News.id


JPNews - Kapolda Lampung, Irjen Pol Suntana, membenarkan penangkapan terduga teroris di Dusun Sinargunung Pekon Kecamatan Sukabanjar Ngambur Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Rabu (8/8) lalu.

Demikian disampaikan Suntana di sela-sela Konferensi Pers penagkapan pemburu satwa dilindungi, di Polsek Bengkunat, Senin (13/8). Menurutnya saat ini terduga teroris itu sedang dalam pemeriksaan intensif. "Benar-benar sudah dilakukan tahanan teroris dan sekarang masih diperiksa," ungkapnya.

Suntana mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan warga yang terlibat radikalisme dan tetorisme. "Segera laporkan jika ada warga yang mencurigakan atau ada warga baru yang belum lapor ke aparat pemerintah setempat dalam 2x24 jam," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri didampingi personel Polda Lampung dan Polres Lampung Barat (Lambar) amankan terduga tetoris, Basuki di Dusun Sinargunung Pekon Kecamatan Sukabanjar Ngambur Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Rabu (8/8).

Menurut Ketua RT Dusun Sinargunung, Nani, Kamis (9/8), terjadi di sekitar Pukul 16.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Tiga anggota naik Basuki saat pulang dari kebun.

"Kemarin Saya dan Warga kaget, tepat di depan masjid ada tiga anggota polri berpakaian preman, Menangkap Basuki. Padahal Basuki baru pulang dari kebun keponakannya,  Yasrulloh,” ujar Nani.

Nani melanjutkan , Basuki merupakan paman dari Yasrulloh warga RT 04 Pemangku Siringbalak Atas Dusun Sinargunung Pekon Sukabanjar, Basuki juga baru datang dari Jawa Tengah dan tinggal ditempat tersebut dua minggu lalu.

"Basuki itu pamannya Yasrulloh warga dusun setempat. Baru dua minggu Basuki di dusun kami. Seminggu kemudian istri dan dua orang datang kemari. Tapi memang selama ini Basuki tidak pernah berbaur dengan masyarakat, kesehariannya membantu di kebun ponakannya setelah itu solat di masjid. Yasrulloh juga diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan," kata Nani. (ers/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya