JPNews - Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusdalops BPBD NTB masih melakukan verifikasi kebenaran data jumlah korban yang beredar di media sosial. 

Di mana, jumlah korban akibat gempa 7 SR di NTB dan Bali sebanyak 131 orang meninggal dunia, 1.477 orang luka berat dan dirawat inap di rumah sakit, 156.003 orang mengungsi, 42.239 unit rumah rusak dan 458 unit sekolah rusak. 

"Jadi di sosial media, beredar data jumlah korban meninggal yang lebih banyak. Bahkan hasil pertemuan camat se-Kabupaten Lombok Utara menyebutkan jumlah korban 347 orang meninggal dunia," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada JP-News.id, Rabu (8/8).

Artinya, sambung dia, laporan data korban harus dilampirkan identitas korban yaitu nama, usia, jenis kelamin dan alamat asal untuk menyatakan bahwa data korban korban tersebut benar. Sebab konsekuensi dari adanya korban meninggal dunia maka Pemerintah akan memberikan bantuan santunan duka cita dan lainnya.

"BNPB dan BPBD NTB sudah meminta Bupati Lombok Utara untuk memberikan lampiran identitas korban meninggal di Kabupaten Lombok Utara akibat gempabumi 7 SR untuk dilakukan verifikasi. Sesuai regulasi yang ada, data resmi dari korban akibat bencana yang benar dan diakui Pemerintah adalah data dari BNPB dan BPBD," tegas Sutopo.

(rls/JPN)


Topik : BNPB Gempa NTB

Komentar

Nusantara Lainnya