TOP 0 Bola



JPNews - Inggris kalah secara dramatis dari Kroasia. Sempat unggul cepat melalui gol cantik Trippier, Inggris tak mampu mempertahankan keunggulan. Menit ke-68, Perisic mampu membalas ketertinggalan setelah sontekannya bisa mengelabui kiper Inggris, Pickford.

Di pertengahan babak kedua perpanjangan waktu, akhirnya Mandzukic memastikan kegagalan Inggris. Kekalahan itu pasti menjadi mimpi buruk yang sempurna bagi pasukan Three Lions. Digadang-gadang sebagai tim favorit, dan akan melawan Prancis di partai final, generasi baru Inggris itu malah mengulang kegagalan 28 tahun silam. 

Pada ajang Piala Dunia, Inggris memang baru berjaya satu kali. Pada tahun 1966, Inggris berhasil menjadi juara ketika mereka berstatus tuan rumah. Kemudian mereka kembali unjuk gigi pada tahun 1990 di Piala Dunia, dengan tampil hingga partai semifinal. Namun dikalahkan oleh Jerman. Kini, Inggris kembali kandas di semifinal oleh Kroasia, mereka gagal membuktikan regenerasi yang membawa prestasi.

Jika dirata-ratakan, mungkin usia pemain Kroasia lebih tua dibanding usia pemain Inggris. Namun hal tersebut berbanding lurus dengan pengalaman mereka di lapangan hijau. Ini ditunjukan dengan permainan mereka yang tidak panik ketika harus tertinggal di menit ke-5. Sempat tertekan dan tidak berkembang di awal-awal laga, pada menit ke-30an permainan Kroasia mulai memanas.

Modric dkk mampu menguasai jalannya pertandingan meski sesekali Inggris mengancam lewat kecepatan yang dimiliki Sterling. Permainan mereka tampak begitu tenang, dengan membangun serangan mulai dari lapangan tengah juga sektor sayap. Lewat ketenangan itu, Kroasia mampu melepaskan ancaman ke gawang Pickford.

Tercatat 22 tendangan yang dilesakan pemain Kroasia sepanjang pertandingan. Dua kali lebih banyak dari yang diciptakan Inggris, 11 tendangan. Soal akurasi tendangan pun, Kroasia lebih bagus dibanding Inggris. Kroasia menciptakan 7 tembakan ke gawang lawan, sementara Inggris hanya 2 tembakan saja. 

Maka melihat permainan dan catatan statistik pertandingan semalam, kemenangan memang lebih layak diraih Kroasia. Satu hal yang harus timnas Inggris pelajari dari lawannya semalam, kematangan. Dua pemain inti milik Kroasia, Modric dan Rakitic, pada pertandingan semalam adalah mereka yang telah berseragam timnas dari Euro 2008, atau 10 tahun silam.

Mungkin Inggris belum bisa meniru Prancis yang mana pemain muda mereka mampu mengantarkan negaranya ke prestise terbesar Piala Dunia. Karenanya mereka harus belajar dari Kroasia untuk konsisten membangun kematangan bermain hingga menjadi generasi emas, seperti yang dikatakan Dejan Lovren, skuad saat ini merupakan generasi emas Kroasia.

(Imam Maula Fikri)

Komentar

Bola Lainnya