JPNews - Nining Sunarsih (52) korban tenggelam terseret ombak di Pantai Palabuhanratu, 18 bulan silam. Pulang ke rumahnya dalam kondisi hidup. Kejadian ini pun menjadi ramai diperbincangkan di media sosial maupun media massa.

Menelusuri kebenaran informasi yang tersebar luas tersebut. Senin (2/7) pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) melakukan cek kelokasi kediaman Nining Sunarsih (52) di Kampung Cibunar, RT 05 RW 02, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Aulia Solihanto mengaku kaget saat mendengar informasi soal ditemukannya Nining oleh keluarganya pada Minggu (1/7) dini hari. 

"Saya kaget, ramai di media sosial maupun media massa soal Bu Nining ini. Langsung membuka arsip dan dokumentasi lama soal proses pencarian tersebut. Ketika buka arsip baik nama maupun alamat ternyata sama, saya langsung kaget," kata Aulia kepada JP-News.id saat ditemuin di sela-sela kunjungan ke kediaman Nining, Senin (2/7).

Menurut Aulia, ciri-ciri Ibu Nining yang sekarang ditemukan, dari mulai keruduk, celana hitam, pakaian motif batik sampai sandal, sama persis seperti yang dilaporkan pihak keluarga pada 8 Januari 2017 silam. 

"Menurut pengakuan pihak keluarga saat ditemukan masih lengkap menggunakan pakaian, baju, kerudung, celana dan sandal. Ditemukan 50 meter dari lokasi awal Ia dikabarkan tenggelam. Saat pertama kali di temukan dalam posisi tidur membelakangi bibir pantai," ungkap Aulia.

Lanjut Aulia, pengakuan pihak keluarga, saat pertama kali ditemukan kondisi suhu tubuhnya panas. Namun Nining sampai saat ini belum bisa diajak berkomunikasi.

"Saya memastikan Nining tersebut itu adalah koban yang dulu pernah dia cari bersama tim gabungan," tegasnya. 

Selain itu, sambung Aulia, kejadian sama persis yang dialami Nining yang hilang terseret ombak di Palabuhanratu lalu kembali dengan selamat 18 Bulan, bukan kali ini saja terjadi. 

"Berdasarkan data Basarnas Sukabumi, beberapa tahun yang silam sempat ada yang tenggelam di Pantai Ujunggenteng lalu pulang dengan selamat dua tahun kemudian," terang Aulia.

"Kejadian serupa pernah terjadi, waktu tepatnya kapan saya lupa ada di arsip. Peristiwa korban tenggelam diketahui warga Ujunggenteng hilang selama dua tahun, lalu ditemukan di kawasan Pantai Pangandaran, waktu itu korbannya berjenis kelamin laki-laki, saat ditemukan ia linglung seperti hilangan ingatan," ucapnya.

Aulia mengatakan, butuh satu tahun untuk bercerita dan ceritanya memang menurut kami tidak logis, bagaimana dia bisa hilang tenggelam kemudian pulang ke rumah.

"Pengakuan korban, ia berjalan-jalan di dasar lautan. Dia juga cerita-cerita mistis lainnya. Tapi mau bagaimana lagi itu cerita dia dan sulit untuk dibuktikan. Saat ini korban tersebut masih hidup bahkan kabarnya sudah ber Haji," tandasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya