JPNews - Memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan volume sampah di Kota Sukabumi mengalami lonjakan mencapai 164 ton perharinya sampah yang dikirim ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat. 

Kepala UPT TPA Cikundul, Novian Rahmat Taufik mengatakan, jenis sampah yang paling banyak selama terjadi lonjakan adalah plastik. Sampah-sampah tersebut masuk begitu saja ke TPA Cikundul tanpa melalui  pemilahan atau proses awal sehingga sangat membebani TPA. 

"Bahkan nanti mendekati Lebaran, kuantitas sampah yang masuk ke sini bisa mencapai 200 ton," katanya kepada sejumlah awak media, Kamis (7/6).

Lanjut Novian, masalah sampah harus diselesaikan dari hulunya terlebih dahulu sehingga sampah yang tiba di TPA benar-benar sampah yang tidak terpakai lagi. Untuk pengolahan dan pemilahan sampah di hulu sekarang sudah banyak TPS 3R (Reduce, Reuse & Recycle). Kehadiran TPS 3 R ini dapat mengelola sampah-sampah yang ada di lingkungan masyarakat dan mengirimkan residunya ke TPA.

"Residu itu benar-benar sampah yang tidak bisa digunakan lagi. Sampah yang masuk ke TPS 3R diolah menjadi pupuk kompos atau bahan kerajinan dari sampah anorganik," terangnya.

Terkait kondisi TPA saat ini, Novian menuturkan, dengan luas lahan 1,5 hektare dan lahan cadangan 1.500 meterpersegi, umur TPA Cikundul diperkirakan sekitar dua tahun lagi. 

"Kita mengharapkan adanya kerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah pusat untuk memperpanjang umur TPA," harapnya.

Pada malam takbiran nanti, operator TPA akan stand by untuk tetap bekerja karena masih ada pengangkutan sampah sampai dini hari. 

"Sementara pada hari H Idul Fitri, UPT TPA Cikundul akan mengerahkan 22 personel yang terdiri dari petugas operator 3 orang, petugas timbangan 4 orang, petugas indus dan kebersihan lingkungan ada 9 orang, kebersihan kantor 2 orang, dan staf ada 4 orang," imbuhnya.

Disamping itu, UPT TPA Cikundul terus mengembangkan inovasi dan kreativitas. Sejak pengelolanya berstatus UPT, tempat pengolahan sampah akhir di Cikundul bukan lagi tempat yang menjijikkan dan harus dijauhi, melainkan lokasi yang menyenangkan, malahan dapat menjadi objek wisata edukasi. Lingkungan TPA dibuat menjadi indah dan penuh sentuhan seni.

"Di tempat ini ada menara sebagai tempat refreshing bagi para petugas yang juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berkunjung. Dari atas menara, pengunjung bisa melihat proses pengolahan sampah. Menara juga berfungsi sebagai lokasi untuk mengecek tingkat  bau sampah dari ketinggian," tandasnya. (drw)


Topik : Sampah Ramadhan

Komentar

Jabar Lainnya