Dugaan Pemotongan Dana BOK Dinkes Pesibar, Polisi Layangkan Surat Pemangilan


JPNews - Indikasi penyalahgunaan wewenang dan anggaran Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan (Diskes) Pesisir Barat (Pesibar) 2017 kini tengah dalam penyelidikan pihak Polres Lampung Barat (Lambar). Hal ini dibenarkan Kapolres Lambar Tri Suhartanto.

"Masih penyelidikan mas," ujar kapolres.

Diketahui, Unit Tipikor Satreskrim Polres Lambar dikabarkan telah melayangkan surat pemangilan klarifikasi terhadap oknum yang disinyalir mengetahui dugaan itu.

Dalam surat undangan klarifikasi tertanggal 26 April 2017 itu Unit III Tipikor Satreskrim Polres Lambar tengah melangsungkan penyelidikan dugaan adanya tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dan anggaran terhadap BOK Diskes Pesibar 2017.

Sebelumnya, Dinkes Pesibar diduga melakukan pemotongan BOK disetiap UPT puskesmas yang ada di Tahun anggaran 2017.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun bahwa pemotongan BOK tersebut digunakan dengan alasan untuk dana saving didinkes seperti untuk pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Pemotongan dilakukan melalui salah satu kabid pada dinkes setempat.

"Iya informasi dari staf saya sebelumnya memang mengenai pemotongan BOK tersebut terlebih dahulu semua puskesmas dirapatkan oleh dinkes," kata sumber yang bisa dipertanggungjawabkan yang enggan disebutkan identitasnya, Kamis (19/4).

Dijelaskan, dugaan pemotongan dana BOK tersebut sekitar 30 persen dari plafon Rp500 juta. sedangkan dana yang di kelola di puskesmas sekitar Rp300 juta lebih. "Pemotongan mulai dilakukan sekitar November 2017," jelasnya.

Ditempat terpisah, kepala Dinkes Pesisir Barat, Bambang Purwanto, menjelaskan bahwa tidak membenarkan adanya dugaan pemotongan dana BOK disetiap Puskesmas se-Pesibar sebesar 30 persen. Pihaknya siap bertanggungjawab terkait dengan persoalan itu, karena memang tidak benar. 

“Saya siap memberikan keterangan bagi siapapun memberi informasi adanya dugaan pemotongan tersebut.  Silahkan yang memberi informasi itu bawa ke kantor Dinas Kesehatan," singkatnya. (ers/mst)

Komentar

Lampung Lainnya