Pasca-ledakan Bom di Surabaya, Stasiun Sukabumi Perketat Keamanan


JPNews - Stasiun Kereta Api (KA) Sukabumi, Jawa Barat memperketat pengamanannya pasca teror bom di Surabaya. Langkah ini juga untuk mengantisipasi potensi terorisme jelang bulan Ramadan dan Lebaran nanti.

Kepala Stasiun KA Sukabumi Heru Salam mengatakan, dilakukan pengecekan yang ketat sesuai aturan keselamatan dan keamanan yang berlaku baik untuk orang maupun barang.

"Misalnya calon penumpang dilakukan pengecekan menggunakan metal detector terlebih dulu. Tak hanya itu, juga meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan aparat keamanan baik TNI maupun Polri," tutur Heru kepada JP-News.id, Rabu (16/5).

Lanjut Heru, Hal tersebut, untuk memudahkan dan mempercepat penyampaian informasi bila ada hal-hal yang mencurigakan. Ia berharap penjagaan dan pengecekan bisa menjamin pelayanan dan keselamatan penumpang dengan baik.

"Karena kami sudah memperketat pengawasan dan pengamanan di semua lini, mulai dari pintu masuk hingga di dalam stasiun. Hal itu termasuk juga keamanan di atas kereta,'' jelasnya.

Disamping itu, Heru meminta para pengguna jasa KA untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan. 

"Kalau mengetahui atau melihat ada benda ataupun orang yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas. Kami pasti akan langsung menindak lanjuti,'' himbaunya.

Berkaitan dengan peningkatan keamanan di berbagai stasiun, sambung Heru, pada jajaran tenaga keamanan di beberapa stasiun juga diberikan pembinaan dan pelatihan khusus antisipasi keamanan dan ketertiban. 

Pembinaan dan pelatihan yang diberikan salah satunya, berupa teknik pemeriksaan orang dengan menggunakan metal detector. 

"Selain itu, juga kami terus meningkatkan pengawasan kepada para penumpang dan mengimbau semua pengguna jasa kereta api tidak panik dan tidak takut. Sebagai BUMN yang bergerak dalam layanan jasa transportasi, pihaknya dalam melakukan pengetatan keamanan tanpa harus mengurangi atau mengabaikan pelayanan," tandasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya