JPNews - Tingkat kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak kendaraannya setiap tahun dapat memperlancar pembayaran klaim asuransi kecelakaan lalu lintas (laka lantas). 

"Kesadaran yang tinggi dari wajib pajak dapat membantu PT. Jasa Raharja dalam memproses pencairan santunan bagi para korban karena dalam pajak kendaraan terdapat pungutan untuk asuransi laka lantas," kata Mobile Service PT. Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi- Cianjur, Septian Gunawan didampingi Pj. Teknik PT. Jasa Raharja, Alivia Maulita, saat menjadi narasumber pada acara penandatanganan perjanjian kerja sama Pemkot Sukabumi dan Pemprov Jabar, Jumat (11/5) lalu.

Materi yang dikerjasamakan dalam penandatangan kerja sama tersebut adalah tentang peningkatan layanan Samsat dan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

"Saat ini kami telah menaikkan nilai santunan untuk klaim asuransi laka lantas. Walaupun nilai santunan naik, PT. Jasa Raharja tidak menaikkan nilai premi yang dibayarkan bersamaan dengan pajak kendaraan bermotor," ujarnya.

Besaran nilai santunan yang berlaku saat ini untuk korban laka lantas yang meninggal dunia dan cacat tetap sebesar Rp50 juta atau naik 100 persen dari sebelumnya Rp25 juta dan biaya perawatan menjadi Rp20 juta dari nilai sebelumnya Rp10 juta.

"Kehadiran saya sebagai narasumber untuk menjelaskan ke masyarakat tentang mekanisme mengklaim asuransi. Langkah awal yang harus dilakukan keluarga korban adalah melapor ke kepolisian. Setelah itu biaya pengobatan di rumah sakit kami yang menanggung," terangnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan PT. Jasa Raharja Sukabumi-Cianjur, Abdurahman Damanik, menjelaskan, berdasarkan data triwulan I pihaknya telah membayarkan klaim asuransi dari Januari hingga Maret 2018 sebesar Rp3.741.965.194 dengan korban sebanyak 132 orang yang terdiri dari 82 orang meninggal dunia dan 50 orang luka-luka.

Sebagai perbandingan pada periode yang sama tahun 2017, nilai santunan yang dibayarkan sebesar Rp3.119.184.838 dengan jumlah korban 190 orang yang terdiri dari 99 orang meninggal dunia dan 91 orang  luka-luka.

"Tahun ini pada triwulan I ada penurunan jumlah korban laka lantas dibandingkan tahun lalu. Namun dilihat dari segi nilai santunan, tahun ini lebih besar karena tahun lalu masih menggunakan biaya yang lama," ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (14/5).

Penurunan angka laka lantas tersebut, lanjut dia, merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran kepolisian, pemda, dan PT. Jasa Raharja dalam mensosialisasikan tertib dan keselamatan berlalu lintas. Selain aktif mensosialisasikan tertib berlalu lintas, PT. Jasa Raharja juga secara rutin menggelar pengobatan gratis di terminal untuk mengecek kesehatan awak bus maupun penumpang. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya