Terduga Haji Saputra Merantau Sejak 2015, Pulang Idul Fitri 2017 Bawa Buku Jihad

Foto dokumentasi keluarga Haji Saputra

LAMPUNG UTARA  – Haji Saputra (24), pria yang ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88, merupakan warga Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Provinsi Lampung. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Kali Cinta, Hartono.

“Iya betul dia warga Saya,” katanya saat dihubungi via telepon, Minggu (13/5).

Menurutnya, Haji Saputra tinggal di Dusun Cinta Sari, Desa Kali Cinta, Kotabumi Utara. “Nanti ya pak, masih ada anggota dari polres dan polsek yang mendata,” kata dia lebih lanjut.

Kapolres Lampura AKBP Eka Mulyana pun membenarkan adanya warga setempat yang diamankan Densus 88.

“Dia ditangkap di Cianjur. Kalau berdasar KTP yang bersangkutan tinggal di Desa Kali Cinta, Kotabumi Utara. Anggota saya masih melakukan pengumpulan keterangan,” ujarnya.

Unit Intelkam Polsek Kotabumi Utara, Unit Kamneg, dan Bhabin Desa Kali Cinta mendatangi rumah kediaman kedua orang tua Haji Saputra. Terduga teroris yang tertembak dalam penyergapan Detasemen 88 antiteror di Terminal Pasir Hayam, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/5).

Orang tua Haji Saputra bernama Anwar (63). Saat ini bekerja sebagai seorang petani dan tinggal di Dusun 7 Cinta Sari, Desa Kali Cnta Kecamatan Kotabumi Utara.

Haji Saputra merupakan anak kesembilan dari sebelas bersaudara. Sampai diketahui meninggal, dirinya masih berstatus belum menikah.

Sejak tahun 2015 lalu, pergi merantau ke Jakarta. Selama dalam perantauannya tersebut, dirinya diketahui pulang ke kampung halamannya selama tiga tahun sebanyak tiga kali. Yakni Hari Raya Idul Fitri 2016, Hari Raya Idul Fitri 2017 pulang membawa buku ajaran jihad.

Pada Bulan Februari tahun 2018 ia sempat menengok orang tuanya yang sedang sakit selama 6 hari. (ard/niz)


Topik : Teroris

Komentar

Lampung Lainnya