JPNews - Rumah Sakit Bedah Surabaya merawat 16 korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Jalan Ngagel Madya Kota Surabaya, Minggu (13/5), satu orang di antaranya meninggal dunia.

"Banyak korban dirawat di sini. Kami menerima 16 orang korban untuk mendapat perawatan intensif," kata Dirut RS Bedah Surabaya Priyanto Suasono kepada wartawan di Surabaya.

Menurut dia, dari 16 korban tersebut, sekitar delapan orang dirawat di RS Bedah dan sisanya dirujuk ke berbagai rumah sakit di Kota Surabaya.

Delapan korban tersebut yakni Dia Linawati (69 tahun), Warsinto (64), Desmonda (20), Teddy (65), Wenny (47), Fransiska (60), Nathel (8), Sidiq (65). Sedangkan satu orang korban meninggal dunia, Vinsencius Evan umur 11 tahun warga Barata Surabaya.

Tujuh korban lain yakni Ahmad dirujuk ke RSUD Soetomo, Junaedi dan Ari Setiawan (anggota polisi) dirujuk ke RS Bayangkara, Mulyono ke RSAL, Megasari ke RS Siloam serta Sutanto dan Evelyn ke RS Premier.

"Beberapa korban kami rujuk ke rumah sakit lainnya kaitannya dengan kondisi yang diderita korban yang cukup parah seperti patah tulang," ungkapnya.

Priyanto mengatakan tujuh korban tersebut sebelum dirujuk distabilkan dulu kondisinya di RS Bedah.

"Kami stabilkan dulu kemudian dirujuk untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, ledakan mengguncang bom Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria di Jalan Ngagel Madya dan Gereja di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) pagi.

Sementara, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung menjelaskan kepolisian masih mengidentifikasi jumlah korban, namun data sementara menunjukkan sembilan orang meninggal dunia dan 40 orang terluka. (Ant/JPN)


Topik : Bom Surabaya

Komentar

News Indepth Lainnya