Ramuan Opah Gomez Mulai Menunjukan Taring


JPNews - Persib Bandung kembali meraih kemenangan di laga lanjutan Liga 1 Gojek musim 2018. Kali ini Sang Pemuncak Klasemen, Persipura Jayapura yang menjadi korbannya. Bermain di hadapan 30 ribu lebih Bobotoh di Stadion Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (12/5), Persib berhasil mengandaskan Persipura dengan 2 gol tanpa balas.

Taktik Mario Gomez, bisa dibilang hingga saat ini Persib tidak memliki 'pakem' formasi yang digunakan selama awal musim ini. Format 4-5-1, 4-4-1-1, dan 4-4-2 adalah format yang sudah digunakan Persib di beberapa pertandingan sebelumnya. 

Pekan ini, Gomez menggunakan format 4-3-3 saat menjamu pemuncak klasemen. Formasi yang cenderung lebih menyerang dari formasi sebelumnya. Menempatkan tiga penyerang, Ezechiel, Baumann, dan In Kyun di lini serang. Ezechiel sebagai target man diapit dua penyerang sayap, meski dalam permainannya, peran itu tidaklah terlalu nampak. 

Pada pertandingan ini juga, kita melihat Supardi Natsir yang dikembalikan ke posisi awalnya, bek kanan. Sementara peran Supardi yang selalu diberikan Gomez, digantikan oleh Febri yang berduet dengan Ghazali Siregar di pos sebelah kiri gelandang sayap Persib. Selama pertandingan pun, Supardi tidak terlalu sering membantu penyerangan. 

Formasi ini sepertinya memang dimainkan oleh Gomez untuk meredam permainan Persipura yang memiliki pemain bertipikal cepat dan kuat. Hal ini terbukti dengan dua fullback Persib, Supardi dan Ardi Idrus, jarang membantu penyerangan Persib Bandung. Mereka lebih disiplin menjaga lini belakang bersama Victor Igbonefo dan Bojan Malisic.

Sementara penyerangan diserahkan kepada Febri dan Ghazali yang memiliki kecepatan, In Kyun yang berperan sebagai playmaker, dengan dua target man Nduoasel-Baumann. Kemampuan positioning Baumann dan ketajaman Nduoasel membuat Persib berhasil mempercundangi Persipura Jayapura. 

Selain itu, seperti yang penulis katakan sebelumnya, dengan formasi ini, lini bertahan Persib lebih disiplin. Sehingga penjaga gawang, M. Natsir pun lebih percaya diri mengawal jala Maung Bandung. Tak hanya terlihat dari terciptanya Cleensheat kedua bagi Maung Bandung, tapi juga terlihat beberapa kali Persib Bandung berani membangun serangan dari lini pertahanan.

Beberapa kali Malisic, Igbonefo, dan Deden Natsir memainkan tempo permainan di daerah pertahanan mereka.  Tentu saja, permainan pekan kedelapan ini menunjukan progres positif dari pola permainan Maung Bandung. Pemain tampak mampu menjalankan peran dan taktik yang diinginkan oleh pelatih. Semoga ini bisa membawa Maung Bandung pada track juara.

(Imam Maula Fikri)

Komentar

Bola Lainnya