Ini Misi BUMN Tambah Kapasitas Produksi Pupuk NPK hingga 2,4 Ton


JPNews - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencanangkan penambahan kapasitas produksi pupuk NPK hingga 2,4 juta ton. Hal itu menyusul dimulainya pengerjaan pabrik NPK Fusion II milik PT Pupuk Sriwijaja.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, perseroannya optimistis industri pupuk dan petrokimia mempunyai prospek yang baik ke depan. Di mana kebutuhan pupuk NPK dalam negeri mencapai 11,7 juta ton.

"Saat ini Pupuk Indonesia grup memiliki pabrik NPK dengan kapasitas 3,1 juta ton per tahun dan akan dikembangkan hingga 5,5 juta ton sampai tahun 2021," kata Aat dalam acara peresmian Pabrik Pusri IIB dan pemancangan tiang proyek NPK Fusion II berkapasitas 2x100.000 ton di Kompleks PT Pusri Palembang.

Ia menjelaskan keberadaan tambahan kapasitas pabrik itu, bukan hanya mengamankan kebutuhan dalam negeri tapi juga menunjang program ketahanan pangan. Karena menurut Aat, penggunaan pupuk NPK terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian maupun komoditas perkebunan.

"Dan yang terpenting, mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil panennya," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan pabrik Pusri 2B pabrik pupuk menjadi sangat efisien, bahkan dapat menghemat subsidi negara hingga Rp1,88 triliun.

"Ke depan saya berharap ini bisa terus ditingkatkan lagi dan menunjukkan bahwa BUMN juga bisa berkontribusi mengurangi beban subsidi negara dengan pembangunan pabrik oleh PT Wijaya Karya (Persero)," kata dia.

Sedangkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan efisiensi harus terus ditingkatkan dengan melakukan gasifikasi batubara sehingga ketergantungan terhadap gas bisa semakin dikurangi.

"Saat ini harga gas untuk Pusri sudah diturunkan dari 9 dolar menjadi 6 dolar AS, ini sudah patut disyukuri. Semoga ke depan dapat lebih efisien lagi sehingga produk yang dihasilkan berdaya saing," tukas dia. (ant/JPN)

Komentar

Ekonomi Lainnya