JPNews - Sidang tilang di tempat dikenakan bagi pelanggar lalu lintas yang terjaring razia Operasi Patuh Lodaya 2018 di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Jawa Barat.

"Dalam operasi ini kita paling banyak menemukan pelanggaran pengendara motor yang melawan arus, tidak menggunakan helm," papar Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Bima Gunawan Djauhari kepada awak media usai kegiatan, Selasa (8/5).

Menurut Bima, untuk sidang di tempat ini, pihaknya mengandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi. Mengenai sidang ditempat, Bima menjelaskan, saat pengendara melakukan pelanggaran dan ditemukan oleh petugas bisa langsung dilakukan sidang ditempat tanpa harus kepengadilan.

Lanjut Bima, dalam Operasi Patuh Lodaya pada yang digelar sejak 26 April hingga 9 Mei 2018, pihaknya telah mengeluarkan ribuan lembar surat tilang yang diberikan kepada pelanggar.

"Hari terakhir pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2018, total kami telah melakukan penindakan terhadap 3.174 pelanggar," ungkapnya.

Dari jumlah tersebut diantaranya, tidak memakai helm sebanyak 1143 pelanggar, melebihi kecepatan 2 orang kemudian berkendara dalam keadaan mabuk 4, pengendara dibawah umur 395 orang. Dan yang tidak menggunakan sabuk keselamatan sebanyak 179 pelanggar serta saat berkendara menggunakan handphone sebabnya 137 pelanggaran.

"Dalam operasi patuh ini yang paling banyak dilakukan oleh pengendara yakni melawan arus sekitar 1304 pelanggar," tambahnya.

Lebih jauh Bima membeberkan, selama Operasi Patuh Lodaya 2018 berlangsung, Satlantas Polres Sukabumi Kota memiliki tujuh sasaran prioritas, sesuai petunjuk dan arahan Kakor Lantas Mabes Polri.

"Sasaran itu antara lain penggunaan HP saat berkendara, pengemudi yang tidak memakai safety belt, tidak menggunakan helm dan pengendara dibawah umur," terangnya.

Menurutnya, jumlah pelanggar tahun 2018 menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Ini membuktikan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sudah mulai tinggi sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan.

"Penurunannya sekitar 30 persen," tandas mantan Kapolsek Pangkalan ini.(drw)

Komentar

Jabar Lainnya