JPNews - Sedikitnya lima tuntutan yang digelorakan  Konfederensi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) dalam gerakan aksi damai peringatan Mayday, Selasa (1/5). 

"Turunkan harga beras, listrik, dan BBM, "Tolak upah murah", serta "Tolak Tenaga Kerja Asing (TKA) buruh kasar dari China". Kemudian "Hapus outsourcing" dan Pilih Presiden RI 2019 yang pro buruh".

Presiden KSPI Said Iqbal menrgaska , KSPI dan serikat buruh lainnya pada Senin (30/04) malam telah diundang oleh Kapolda Metro Jaya Irjen POlisi Idham Aziz dan seluruh jajarannya untuk berdialog tentang pelaksanaan Mayday. Kapolda merespons baik rencana aksi buruh saat Mayday dan meminta buruh melakukan aksi dengan tertib dan damai serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.

"KSPI setuju dan bersepakat tentang imbauan Kapolda Metro Jaya. KSPI menjamin di seluruh Indonesia aksi mayday adalah aksi damai dan tertib," tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, sejak sekitar pukul 07.30 WIB, massa buruh sudah mulai berdatangan memadati kawasan Patung Kuda Indonesat, dekat Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Selain dari KSPI, massa buruh itu antara lain berasal dari Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Federasi Serikat Buruh Indonesia, Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara, Federasi Pekerja Pos dan Logistik Indonesia, Forum Honorer Kategori 2 Indonesia, Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia dan Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia.

Mereka terlihat membentangkan spanduk berisi berbagai tuntutan, antara lain pengesahan Revisi UU ASN 2018 dan Indonesia untuk menjadi negara industri berbasis riset nasional, perbaikan layanan jaminan kesehatan, pencabutan PP 78/2015 tentang Pengupahan, dan revisi KHL dari 60 menjadi 84 poin. (rls/JPN)


Topik : Aksi Buruh KSPI

Komentar

Nusantara Lainnya