SUKABUMI, JPNews - Skenario aksi pencurian salah satu minimarket di kawasan Kecamatan Baros, Kota Sukabumi pada Selasa (19/7/2022) dini hari berhasil diungkap polisi. Salah seorang karyawan minimarket yang menjabat sebagai kepala toko berinisial P (29), terungkap berperan sebagai otak aksi pencurian dengan kekerasan (curas). P mengajak pelaku lainnya berinisial FS (27) yang berperan sebagai pelaku utama aksi pencurian bersenjatakan kapak. Keduanya berhasil menggasak uang dari brangkas minimarket sebesar Rp 46.300.000.

Kapolres Sukabumi Kota Ajun Komisaris Besar Sy Zainal Abidin mengatakan, perkara itu berhasil diungkap lantaran penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota melihat beberapa kejanggalan. Hingga akhirnya terungkap bahwa aksi pencurian ini telah direncanakan sepekan sebelumnya. Pelaku P yang menjadi otak aksi pencurian mengajak pelaku FS. P meminta FS untuk berpura-pura menodongnya menggunakan sebilah kapak ke arah leher. Sandiwara berlanjut dengan FS berpura-pura menyeret P untuk membuka brangkas minimarket.

“Peristiwa ini terjadi pada Selasa dini hari, karena minimarket modern yang menjadi TKP ini adalah minimarket yang beroperasi 24 jam. Kurang lebih satu minggu belakangan pelaku P ini sudah merencanakan rekayasa pencurian sedemikian rupa. Awalnya pelaku FS sempat menolak ajakan P. Tapi karena satu dan lain hal, ditambah karena kebutuhan mendesak kemudian pelaku FS mengiyakan. Sampai akhirnya aksi pencurian itu terjadi sesuai dengan rekayasa yang direncanakan pelaku P,” ungkap Zainal dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (20/7/2022).

Lanjut Zainal, rekayasa sempat tak berjalan mulus karena pada saat kejadian ada satu karyawan minimarket lainnya berinisial RF sedang berada di dalam toko. Alhasil, RF yang saat itu tak mengetahui apa-apa juga ikut ditodong oleh pelaku FS menggunakan sebilah kapak. “Kapak yang semula diarahkan ke leher P, kemudian juga diarahkan ke leher RF. Pelaku FS kemudian menyeret keduanya dan memaksa membuka uang di brangkas. Setelah berhasil mengambil uang di brangkas, pelaku FS kemudian pergi menggunakan sepeda motor,” lanjutnya.

Masih kata Zainal, sesaat setelah kejadian pelaku P sempat melapor ke Polsek Baros. Saat itu juga polisi mencium banyak kejanggalan dari laporan yang dibuat P. Saat membuat laporan, pelaku P terlihat bingung dan terbata-bata. Aparat Polsek Baros bekerja sama dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota lalu menindaklanjuti laporan tersebut. Ketika petugas mengecek handphone milik P, ternyata didapati ada komunikasi intensif antara pelaku P dengan FS.

“Dari situ kemudian terungkap bahwa aksi pencurian ini telah direncanakan oleh P. Selang beberapa jam petugas berhasil mengamankan pelaku FS tak jauh dari lokasi kejadian, masih di kawasan Baros, karena memang FS dan P sudah bersepakat untuk segera membagi uang hasil curian tersebut setelah melakukan aksinya. Keduanya diamankan hampir di waktu yang bersamaan,” imbuh Zainal.

Dari aksi pencurian tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti antara lain, sebilah kapak, dua unit handphone, sepeda motor milik pelaku, uang tunai Rp 46.300.000, satu buah kartu anggota pegawai minimarket, serta barang bukti lainnya. Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 365 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan (curas) dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun. “Pelakunya jelas, perkaranya juga jelas sehingga petugas berhasil mengungkap kasus ini dalam waktu yang cukup singkat. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Baros. Tersangka FS ini juga pernah berjualan di area parkir minimarket sehingga cukup mengenal tersangka P,” pungkas Zainal. (Hrl)

Komentar

Jabar Lainnya