SUKABUMI, JPNews - Anggota MPR RI Mohamad Muraz menuturkan sebagai pengawal ideologi Pancasila, MPR merupakan lembaga yang akan selalu menjaga kelestarian Pancasila.

Disamping itu, MPR juga mengemban tugas memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang.

Hal itu disampaikan Muraz saat menjadi Keynote Speaker Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diikuti tokoh masyarakat, pemuka agama dan ketua RT dan RW se-Kecamatan Citamiang di Aula SDN Tonjong I Jalan Letda T. Asmita Gedong Panjang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (5/6/2022). 

"Empat pilar kebangsaan terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika," beber pria yang juga anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Demokrat ini.

Menurutnya, salah satu tugas sebagai anggota MPR sesuai dengan peraturan yaitu mensosialisasikan terus tentang Empt Pilar ini, karena ternyata di dalam negeri ini masih banyak sekarang warga yang mungkin belum memahami secara baik tentang Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Empat pilar merupakan tiang utama berdiri kukuhnya Indonesia, dari masa lalu, masa kini, dan untuk masa depan," tegas mantan Wali Kota Sukabumi periode  2013-2018 ini.

Politisi Demokrat ini mengingatkan agar selalu menjalankan pilar-pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat prinsip ini merupakan hal yang sangat penting agar ketahanan nasional kukuh dan kuat.

"Masyarakat harus memahami dan kembali kepada jati diri ideologi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Jangan sampai masyarakat mudah terprovokasi dengan isu-isu tertentu oleh oknum tertentu. Baik yang sengaja maupun tidak untuk membuat kegaduhan di masyarakat.

"Sekarang banyak hoax tentang Pancasila, seolah-olah bertentangan dengan agama dan sebagainya. Itu yang harus dipahami oleh masyarakat dan kaum milenial sekarang," urai Muraz.

Lanjutnya, bagaimana kaitan Pancasila dengan agama, termasuk siapa perumus Pancasila ini, mereka harus paham bahwa perumus Pancasila itu bukan orang Nasionalis saja, bukan Pak Karno dan Bung Hatta saja, disitu juga banyak ulama dan tokoh salah satunya pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahid Hasjim dan termasuk dari Sukabumi KH Ahmad Sanusi.

"Untuk memahami jati diri ideologi Pancasila adalah dengan belajar sejarah karena bisa memahami pembentukan, perumusan, dan disepakatinya Pancasila sebagai dasar negara," pungkas Muraz.(drw)

Komentar

Politik Lainnya