TOP 0 Jabar



SUKABUMI, JPNews - Puluhan perahu nelayan di Pantai Minajaya, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi rusak usai dihantam gelombang tinggi pada Selasa (24/5/2022).

Data yang dihimpun, total 70 perahu nelayan rusak ringan, rusak berat dan bahkan ada yang hilang di laut lepas. Kebanyakan perahu rusak akibat saling bertabrakan saat gelombang tinggi berlangsung pada Selasa dini hari.

Camat Surade, Chaerul Ichwan mengatakan, berdasarkan keterangan warga kejadian tersebut terjadi sekira pukul 04.15 WIB. Pada saat itu warga mendengar suara gemuruh ombak yang sangat dahsyat. Warga juga melihat segerombolan nelayan pulang dengan tiba-tiba di tengah gelombang tinggi.

"Warga yang ada di wilayah tersebut membantu dan mengevakuasi para nelayan yang masih terjebak di laut dengan alat seadanya. Beruntung tidak ada korban jiwa," ungkap Chaerul Ichwan.

Tokoh masyarakat setempat yang juga anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Minajaya, Apih Baban (39) menyebutkan sampai saat ini masih dilakukan pendataan lebih lanjut berapa persisnya perahu congkreng nelayan yang rusak sedang, rusak berat, atau yang hilang terbawa arus akibat gelombang tinggi. Namun pendataan sementara baru 70 perahu yang terdampak.

"Sebetulnya gelombang tinggi semacam ini terjadi secara musiman, setiap menjelang musim kemarau dari musim penghujan. Tapi kali ini memang cukup dahsyat sampai puluhan perahu nelayan rusak. Sebetulnya nelayan Minajaya ini butuh dermaga yang layak untuk membantu perikanan di Kabupaten Sukabumi, supaya bisa meminimalisir kerusakan saat gelombang tinggi kembali terjadi," ucap Baban.

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Sukabumi, Ajun Komisaris Polisi Tenda Sukendar mengaku sudah mengeluarkan imbauan baik kepada nelayan maupun wisatawan di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Sukabumi untuk sementara waktu jangan dulu beraktivitas di pantai atau laut. Apalagi, ujar Tenda, berdasarkan informasi yang ia terima dari BMKG, potensi gelombang tinggi masih akan terjadi selama sepekan ke depan, hingga 30 Mei 2022 mendatang.

"Berkaca dari kejadian di Pantai Minajaya, untuk saat ini mengingat cuaca dan gelombang laut sedang tidak bersahabat maka diimbau para nelayan untuk tidak memaksakan dulu melaut, karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Imbauan ini sudah kami sampaikan ke beberapa kelompok nelayan," singkat Tenda Sukendar. (Hrl)

Komentar

Jabar Lainnya