TOP 0 Politik



SUKABUMI, JPNews -  Pendidikan bagi generasi muda mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan bangsa. Karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang nantinya sebagai pemegang atau penentu nasib bangsa Indonesia.

Maka dari itu generasi muda akan menentukan bagaimana ke depannya nasib bangsa dan mewujudkan cita cita bangsa dan negara yang berkualitas maju dan unggul serta berdaya saing tinggi.

Hal tersebut disampaikan Anggota MPR RI Mohamad Muraz saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika) yang diikuti kalangan pelajar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, di GOR Yasti Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/3/2022).

"Jadi kita ingin generasi penerus ini memahami secara fasih secara baik tentang apa itu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," papar Muraz.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pada dasarnya fungsi pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi juga membangun karakter bangsa.

Untuk itu dia menegaskan, nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yakni, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan dalam sanubari pelajar dan generasi muda sedini mungkin. 

"Berharap kedepan tidak usah membicarakan lagi dasar negara ingin diubah dan sebagainya. Yang terpenting itu sudah menjadi kesepakatan bangsa Indonesia dan para pendiri negara dan itu yang cocok digali dari bumi kita," tegas Muraz.

Anggota Komisi II DPR-RI ini menambahkan, yang harus kita pikirkan itu adalah bagaimana mensejahterakan negara melalui pembangunan ekonomi, pembangunan-pembangunan insfratruktur yang diperlukan termasuk politik pembangunan umum dan ITE yang hari ini tidak bisa kita tolak.

"Harusnya kesana arah kita ini untuk mensejahterakan masyarakat," ungkap Muraz.

Lebih lanjut Muraz menegaskan, pemahaman ini sangat penting untuk mereka kalangan pelajar generasi penerus karena mereka kelak yang akan menggantikan dan meneruskan cita-cita bangsa.

"Kalau mereka tidak diberikan pengetahuan yang baik tentang dasar negara, tentang pemerintahan  ya mungkin nantinya akan terganggu," terangnya.

"Contoh, seumpama ada intervensi tentang pendapat dari dunia global atau membaca buku-buku yang lain, akhirnya pemikirannya terfokus ke yang lain," urai Muraz menambahkan.

Karena. Muraz menyebutkan, berdasarkan survey hari ini lulusan SD, SMP, SMA, hingga lulusan perguruan tinggi hampir 24 persen sudah tidak peduli apa itu Pancasila. Mau diganti mau apa mereka tidak peduli.

"Sosialisasi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD Negara 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika Inilah upaya agar para generasi muda berikutnya memahami secara benar tentang empat pilar ini," pungkas Muraz. (drw)

Komentar

Politik Lainnya