SUKABUMI, JPNews - Ketua Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Keluarga Indonesia (Aperki) Kota Sukabumi, Nufi menyebutkan di dua tempat karaoke yang ada di Kota Sukabumi, puluhan karyawan telah dirumahkan akibat dampak dari penutupan tempat hiburan tersebut.

Sejak Agustus lalu, Nufi mengaku telah melakukan beberapa upaya, seperti beraudiensi dengan pemerintah terkait, hingga ke aparat kepolisian.

Baca juga: Pemandu Lagu Geruduk Gedung DPRD Kota Sukabumi

"Kita sempat melayangkan surat, meminta pengoperasian kembali tempat-tempat karaoke. Namun belum mendapat respon. Kemudian kita bikin surat kedua atas saran dari Sekpri Wali Kota Sukabumi, kita kirim juga namun belum ada jawaban," ungkap Nufi usai audiensi bareng DPRD Kota Sukabumi, Senin (11/10/2021).

"Kemudian keburu ada audiensi para pemandu lagu dengan anggota dewan. Sekarang kita lebih menunggu arahan saja, tapi yang terpenting tolong perhatikan juga," urai Nufi menambahkan.

Menurutnya, lebih bagus apabila tempat hiburan bisa beroperasi kembali. Aplikasi PeduliLindungi juga sudah diantisipasi. Protokol kesehatan sudah disiapkan.

Disamping itu, perwakilan pemandu lagu, Mega Metiawati (35) lebih memilih untuk bersabar dan mengikuti arahan pemerintah. Ia mengaku akan terus mengupayakan agar para pemandu lagu yang terdampak penutupan tempat hiburan ini agar tetap bertahan hidup.

"Kami paham ini butuh proses yang lama. Tapi kami berharap mudah-mudahan ada solusi segera. Kita butuh makan, butuh biaya," ucap Mega.

Lanjutnya, di daerah lain sudah normal, kenapa di kita belum. Tapi sambil menunggu mungkin kami masih bersabar. Soal kerja, tidak ada jaminan. Belum tentu semua mau. Baik dari sisi keahlian dan lulusan sekolah.

"Tidak semua perusahaan mau menerima kami para pemandu lagu. Tapi katanya pemerintah mau bantu, ya kita tunggu," tandas Mega.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Didin Syarifudin mengakui sektor ketenagakerjaan sangat terdampak pandemi Covid-19 ini. Kendati demikian pihaknya siap memfasilitasi apabila para pemandu lagu yang terdampak penutupan tempat hiburan untuk mendapat kerja.

"Misalkan mereka pemandu lagu biasa dengan tarik suara, kan bisa diarahkan ke toko atau perusahaan untuk jadi pelanggan. Tidak semuanya harus di pertokoan juga, mungkin bisa jadi announcer. Mudah-mudahan juga keahlian para pemandu lagu ini bisa menarik minat perusahaan," ungkap Didin.(hrl)

Komentar

Jabar Lainnya