JAKARTA, JPNews - Anggota Komis XI DPR RI Heri Gunawan menanggapi kabar pembebasan lahan Tol Bocimi seksi III (Cigombong-Sukabumi Barat) terkendala masalah dana akibat adanya Covid-19.

Menurut pria yang akrab disapa Hergun ini, memang, pemerintah pada 2021 ini telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran sebanyak 4 kali dengan nilai sebesar Rp144,9 triliun. Namun, hal tersebut tidak berdampak terhadap dana pembebasan lahan Tol Bocimi.

“Selaku wakil rakyat dari Sukabumi, kami telah menanyakan langsung kepada LMAN, BLU di Kementerian Keuangan yang diberi tugas membebaskan lahan Tol Bocimi, perihal kesediaan dana. Jawabannya dana ada,” beber Hergun, kepada awak media, Senin (20/9/2021).

Lanjutnya menjelaskan, LMAN telah mengalokasikan anggaran pendanaan lahan untuk proyek pembangunan tol Bocimi sebesar Rp1,46 triliun, dengan realisasi pembayaran per 10 September 2021 adalah sebesar Rp1,29 triliun, sehingga sisa saldo untuk proyek tol Bocimi adalah Rp170,5 milyar.

“LMAN juga menyatakan, untuk pelaksanaan pengadaan lahan di lapangan menyesuaikan dengan proses pembangunan konstruksi tol tersebut. Mengenai luasan mana yang akan dibebaskan terlebih dahulu, menjadi domain tim pembebasan lahan di lapangan, yang terdiri dari unsur Kantor Pertanahan Setempat, PPK Pengadaan Tanah dan BUJT terkait,” ujar Hergun yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Dari keterangan LMAN bisa disimpulkan, tidak ada permasalahan soal dana. Seperti data di atas, ketersediaan alokasi dana pengadaan lahan  untuk proyek tol Bocimi masih tersedia.

“Bahkan Untuk tahun 2022, LMAN telah menganggarkan dana pengadaan tanah ruas tol Bocimi sebesar Rp830,77 milyar,” jelas Hergun yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Gerindra.

Atas terjadinya pemberitaan yang simpang-siur, Hergun memberi solusi, agar pihak-pihak terkait duduk bersama menyelesaikan permasalahan di lapangan.

“Dengan duduk bersama, kendala-kendala yang dihadapi bisa diselesaikan secara cepat dan tuntas. Misalnya, saat ini ada pemberitaan terkait kendala dana, maka LMAN bisa langsung menjawabnya kepada pihak-pihak terkait,” ujar Hergun yang juga menjabat sebagai Kapoksi Fraksi Gerindra di Komisi XI DPR RI.

Perlu diketahui, pembebasan lahan Tol Bocimi seksi III menjadi prasyarat penting untuk melanjutkan rangkaian pembangunan Tol Bocimi.

Konstruksi Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi II (Cigombong-Cibadak) direncanakan rampung pada akhir tahun ini dan diharapkan dapat operasional pada awal 2022.

Bila pembebasan lahan pada Seksi III sudah selesai, maka bisa langsung dilanjutkan dengan pembangunan Tol Bocimi Seksi III (Cigombong-Sukabumi Barat) sepanjang 13,7 KM.

Saat ini Seksi III dan Seksi IV (Sukabumi Barat-Sukabumi Timur) sepanjang 13,05 KM, dalam tahap pembebasan tanah.

Tol Bocimi yang membujur dari seksi I hingga seksi IV menjadi solusi tercepat menuju Sukabumi, baik untuk kendaraan pribadi, angkutan umum maupun kendaraan logistik barang dan jasa yang selama ini kerap menghadapi kemacetan pada ruas jalan Ciawi-Cigombong-Cicurug-Cibadak.

“Seluruh kendala pembangunan Tol Bocimi harus cepat diatasi, baik dari segi pembebasan lahan maupun segi  teknis lainnya. Tol Bocimi menjadi harapan bagi Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk memacu perekonomian dan meningkatkan potensi wisata. Diharapkan pada 2024 nanti semua seksi Tol Bocimi bisa dioperasionalkan sesuai dengan jadwal,” pungkas Hergun. (rls)

Komentar

Jabar Lainnya