Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Kalapas Kelas IIB Nyomplong. Foto: dok Humpro Kota Sukabumi

SUKABUMI, JPNews - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi sangat mendukung pemindahan lokasi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nyomplong. Terkait hal tersebut, Fahmi mengaku sudah  berkomunikasi dengan pihak Lapas.

"Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi berencana mencari lahan-lahan yang tersedia, namun bukan di area pusat Kota Sukabumi lantaran tak cukup lahan tersisa," kata Fahmi.

Lanjutnya, ia berharap ada inovasi-inovasi lain agar masalah kelebihan kapasitas di Lapas ini bisa teratasi. "Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa menyediakan lahan untuk Lapas dibangun di tempat yang baru. Tapi kalau di pusat kota sangat sulit karena lahan-lahan sudah terisi,” ungkap Fahmi.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Nyomplong Christo Victor Nixon Toar menuturkan, sejak dua tahun silam pihak Lapas telah mengajukan penambahan luas ke Pemerintah Kota Sukabumi.

“Kami sudah menyampaikan proposal kepada pemerintah kota dalam rangka menyiapkan lahan baru untuk Lapas. Lokasi baru yang ada tempat pelatihan," ungkap Christo.

Menurutnya, luas penambahan yang ideal dan representatif mencapai tujuh hektare. "Kami minta sekitar tujuh hektare. Itu sudah sangat representatif. Rencananya dalam waktu dekat ini akan kembali kita tindaklanjuti proposal tersebut,” ucap Christo.

Ia menambahkan, dalam Permenkumham nomor 32 tahun 2021 tentang Asimilasi Rumah, jika memang kapasitas sudah benar-benar penuh, biasanya warga binaan dititipkan di Lapas lain luar daerah yang masih bisa menampung.

“Dari 23 kamar warga binaan yang ada di dalam Lapas Nyomplong Sukabumi, rata-rata kamar besar isinya 50 orang. Kamar yang kecil 30 orang sementara kapasitasnya untuk 15 orang," terang Christo.

"Ketika sudah benar-benar penuh, melebihi 510 orang, kami lakukan pemindahan. Bisa ke Lapas Warungkiara di Kabupaten Sukabumi, ke Cianjur, maupun ke daerah lainnya, sesuai perintah Kepala Kantor Wilayah,” ucap Christo menambahkan.

Diketahui Lapas Kelas II B Nyomplong, Kota Sukabumi yang berkapasitas 200 orang kini diisi 508 warga binaan, terdiri dari 395 narapidana dan 113 tahanan. (hrl/drw)

Komentar

Jabar Lainnya