Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin merilis kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, Senin (9/8/2021). Foto: Darwin Sandy/JPNews

SUKABUMI, JPNews - Jajaran Satnarkoba Polres Sukabumi Kota terus mengungkap dan memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Selama kurun waktu dua pekan terakhir jajaran Satnarkoba Polres Sukabumi Kota berhasil menyita sebanyak 331,1 gram Sabu kristal putih, 28,58 gram ganja, dan 3.190 butir tramadol serta meringkus 8 tersangka dari 6 Laporan Polisi (LP) dan 6 Tempat Kejadian Perkara (TKP) tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan obat-obatan terlarang.

"Dari enam TKP tersebut, kemudian barang bukti lain yang berhasil diamankan berupa enam handphone berbagai merk kemudian dua alat timbangan digital, satu alat penghisap sabu (bong), serta barang bukti berupa uang hasil penjualan sebesar Rp. 749.000," beber Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin kepada awak media, Senin (9/8/2021).

Saat rilis yang berlangsung di Halaman Mako Polres Sukabumi Kota, Zainal menjelaskan, dari enam TKP tersebut, pelaku kita amankan dari tiga kecamatan, masing-masing ada dua TKP, di Kecamatan Gunungpuyuh, Citamiang, dan Warudoyong. Para tersangka yang diringkus tersebut merupakan pengedar dengan wilayah operasi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

"Pengungkapan ini hasil kerja keras dari personil Satnarkoba bekerjasama dengan unsur masyarakat. Dimana informasi diperoleh baik secara langsung maupun hasil lidik dari anggota," terang Zainal.

Menurutnya, modus operandi yang diterapkan tersangka mengedarkan narkotika dan obat-obat terlarang ini antara lain, ada yang membeli secara langsung, via transfer, maupun memberikan petunjuk-petunjuk kepada para pembelinya kemudian mengarahkan mengambil barang tersebut.

"Terhadap delapan tersangka ini dikenakan Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 111 ayat 1, 112 ayat 2 serta 114 ayat 2 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.  Dan sebagiannya lagi digunakan Undang-undang No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pasal 196 dan 197 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," tegas Zainal.

Ia menambahkan, terhadap pengungkapan ini, mengimbau kepada masyarakat untuk memperkuat hubungan keakraban dalam satu keluarga untuk kemudian bisa mencegah peredaran narkoba ini. "Kemudian bisa memberikan informasi mengenai andai kata diketahui sebagai pengguna maupun pengedar untuk bisa ditindaklanjuti, sehingga bisa kita pastikan bahwa peredaran narkoba di Kota Sukabumi bisa kita tekan secara maksimal mungkin," pungkas Zainal. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya