SUKABUMI, JPNews - Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Mohamad Muraz menyoroti ketersediaan vaksin Covid-19 di Jawa Barat dalam kondisi kosong.

"Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu menyatakan kini ketersediaan vaksin di Pemprov Jabar dalam kondisi kosong," kata Muraz kepada JPNews, Sabtu (24/7/2021).

Lantas dengan kondisi tersebut, Muraz mempertanyakan ketersediaan vaksin Covid-19 berbayar bagi individu yang sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui Kimia Farma.

"Katanya, vaksinasi yang sebelumnya direncanakan berbayar di sejumlah klinik Kimia Farma sudah siap, kenapa tidak dipake dulu yang ada di Kimia Farma," beber Muraz.

Lanjutnya, hari ini dengan kondisi PPKM, ternyata banyak masyarakat belum di vaksin karena vaksinya kekurangan.

"Yang disediakan untuk vaksin berbayar tadinya kan, sudah dihentikan oleh Pak Presiden Jokowi. Karena Kimia Farma dulu siap untuk melayani vaksin mandiri berbayar, jadi dipikiran saya berarti diseluruh Kimia Farma se-Indonesia tersedia Vaksinnya," terang Muraz.

Nah ini yang belum dipertanyakan siapapun. Muraz berharap presiden segera minta agar stok vaksin itu digunakan dulu. "Jadi kita berharap masyarakat segera di vaksin walaupun vaksin ini tidak menyembuhkan tapi memberikan kekebalan, kalau sudah divaksin katanya kurang lebih 50% kekebalan tubuh meningkat.

"Jadi kalau kena covid ya mudah-mudahan tidak langsung meninggal atau sakit parah," ungkap Muraz.

Ia menambahkan, uang APBN kan sudah diberi kewenangan oleh DPR kepada pemerintah, ya silahkan dipergunakan, atau pemerintah punya CSR dari perusahan-perusahaan dimana CSR ini memang fokusnya untuk kesehatan.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengambil keputusan untuk membatalkan vakin Covid-19 berbayar bagi individu yang sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui Kimia Farma.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (16/7/2021) lalu. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya