TOP 0 Ragam



JAKARTA, JPNews – Sesuai dengan imbauan pemerintah, salat Id salat Iduladha 1442 Hijriah di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Salat Id dilakukan di rumah saja lantaran rumah ibadah termasuk masjid untuk sementara ditutup untuk menghindari kerumunan.

"Penerapan kebijakan PPKM Darurat tidak menghalangi ibadah salat Iduladha dan juga aktivitas penyembelihan hewan kurban,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh MA dikutip dari laman resmi MUI, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, Dewan Pimpinan MUI telah menyusun tata cara salat Iduladha di tengah Darurat.

“Tata laksana tersebut tertuang dalam surat edaran Taushiyah, bernomor Kep-1440/DP-MUI/VII/2021 tentang Tata Cara pelaksanaan ibadah, salat Iduladha dan penyelenggaraan kurban bagi masyarakat Muslim di masa PPKM Darurat,” terang Asrorun.

Lanjutnya, terkait pelaksanaan dan tata cara salat Iduladha, bahwa tata caranya tetap sama seperti yang tertuang dalam fatwa MUI.

“Waktu pelaksanaannya dimulai setelah terbit matahari dan diutamakan saat masuk waktu Dhuha sampai sebelum masuk waktu Zuhur,” ungkap Asrorun. 

Berikut tata cara melakukan shalat Id dalam kondisi pemberlakuan PPKM berlangsung, menurut MUI:

1. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalaata jaami‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

2. Memulai dengan niat shalat Idul Adha

3. Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

4. Membaca doa iftitah.

5. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara takbir itu dianjurkan membaca “Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.”

6. Membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah yang pendek dari Alquran.

7. Ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

8. Saat rakaat kedua, sebelum membaca Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca “Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.”

9. Membaca Surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

10. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam. Adapun pelaksanaan khutbah setelah salat tidak perlu dilakukan jika melaksanakan salat sendiri.

"Jika untuk yang belum terbiasa berkhutbah dan menjadi imam, agar mempersiapkan terlebih dahulu. Sebab, khutbah juga memiliki rukun-rukun yang harus dipenuhi.

Bisa juga dengan memegang buku naskah khutbah untuk dibaca," imbau Asrorun.

Beberapa ibadah sunnah yang dilakukan sebelum melaksanakan salat Iduladha juga tidak berubah, seperti mandi terlebih dahulu, memakai pakaian putih yang terbaik, dan memakai wewangian, serta tidak dianjurkan untuk makan terlebih dahulu, berbeda dengan sebelum melakukan salat Idul Fitri.

Sumber: BisnisCom

Komentar

Ragam Lainnya