TOP 0 Ekonomi



SUKABUMI, JPNews -  Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi memberikan pelatihan  kepada para pelaku Koperasi dengan menghadirkan pembicara dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Senin (14/6/2021). 

'Semangatnya di tengah pandemi dan di tengah kesulitan, koperasi tetap bergerak melangkah serta mampu memberikan layanan khususnya ekonomi kepada warga,'' kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Lanjutnya, upaya recovery ekonomi akan tidak optimal ketika warga tidak disiplin terapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 karena menyebabkan fluktuatif kasus akan terus terjadi.

Harapannya ke depan pelaku koperasi jadi duta terbaik penerapan prokes di masyarakat. 

''Maka tampillah koperasi sebagai lembaga yang mampu mempercepat sehatnya ekonomi masyarakat, terlebih dikenal sebagai lembaga ekonomi kerakyatan,'' ungkap Fahmi.

Menurutnya, pelatihan ini akan mengokohkan koperasi jadi garda utama bersama pemerintah melakukan penyehatan ekonomi berbasis kemasyarakatan. 

Dari data yang ada jumlah koperasi di Kota Sukabumi sebanyak 332 dan yang sehat sebanyak 200 koperasi serta 70 yanh melakukan RAT.

''Berharap koperasi yang hadir baik sekolah, institusi pemerintahan, swasta dan umum saling menguatkan keberadaannya. Dimana kolaborasi jadi kata kunci untuk recovery ekonomi,'' ucap Fahmi. 

Ia Menambahkan, berharap para pelaku koperasi berkolaborasi dengan pemda dalam rangka pulihnya ekonomi kerakyatan di Kota Sukabumi. Di sisi lain regenerasi koperasi ke kalangan milenial penting, namun bukan hal mudah dan jadi tantangan agar diminati kalangan muda. 

"Koperasi juga harus melibatkan teknologi jika ingin maju dan anak muda bagian tidak terpisahkan dalam pergerakannya," ujar Fahmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi Ayi Jamiat menerangkan, peserta pelatihan sebanyak 30 koperasi dari total 332 koperasi di Kota Sukabumi yang terdata Kementerian Koperasi. 

"Mereka akan ikut pelatihan selama tiga hari 14-16 Juni 2021," ucap Ayi. (hms/drw)

Komentar

Ekonomi Lainnya