SUKABUMI, JPNews - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) terkait dalam rangka pelaksanaan peraturan bersama tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi program Tim Asesment Terpadu (TAT).

Baca juga: Tingkatkan Pemahaman Seputar Bahaya Narkotika, Kemendagri Gelar Seminar Kesehatan

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula rapat kantor BNNK Sukabumi Jalan Gelanggang Pemuda GOR Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/6) yang dihadiri Dinkes, Disnakertrans, Dinsos, DP3A dan BLK.

Kasie Rehabilitasi BNNK Sukabumi Bambang Sutedjo mengatakan, perlu diketahui bahwa sebagian besar pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba belum mendapatkan perawatan dan terakses oleh layanan rehabilitasi.

"Adanya PP wajib lapor no 25 tahun 2011 tidak menjadikan para pecandu dan korban penyalagunaan narkoba mau melaporkan diri untuk direhabilitasi secara sukarela," kata Bambang.

Menurutnya, Stigma negatif masyarakat terhadap pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba menyebabkan mereka enggan mangakui bahwa dirinya adalah pecandu narkoba.

"Disamping itu, banyak diantara kita masih menganggap pecandu merupakan pelaku tindak kriminal yang harus dihukum pidana," terang Bambang.

Lanjutnya, menghadapi hal tersebut BNNK Sukabumi membentuk Intervensi Berbasis Masyarakat/IBM di tingkat desa ataupun kelurahan yang tentunya perlu dukungan oleh instansi terkait.

"IBM ini adalah suatu upaya intervensi berkelanjutan terhadap pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang diseleggarakan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat itu sendiri," terangnya.

"Tujuan akhir adalah pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba dapat pulih, produktif dan berfungsi sosial," pungkas Bambang menambahkan. (hms/drw)

Komentar

Jabar Lainnya