SUKABUMI, JPNews - Seorang pemuda berinisal RMM (27) asal Cibereum, Kota Sukabumi, Jawa Barat, diciduk anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota karena kedapatan diduga mengedarkan ratusan butir obat keras ilegal.

RMM diketahui merupakan anggota salah satu geng motor di Kota Sukabumi ini, diciduk di Jalan RA. Kosasih, Kota Sukabumi, Rabu (26/5) sore.

"Tepatnya hari Rabu (26/5) kemarin, sekitar jam 16.30 WIB, kami Jajaran Sat Narkoba berhasil mengamankan RMM yang kami duga kerap mengedarkan sediaan Farmasi tanpa izin. Terduga pelaku kita amankan di pinggir jalan di Jalan RA. Kosasih Subangjaya Cikole," kata Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota AKP Ma'ruf kepada awak media, Kamis (27/5).

Menurutnya, terduga pelaku ditangkap usai dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan di salah satu rumah yang kerap dihuni oleh terduga pelaku di Perum Qiana Residence Blok E No. 12 Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

"Kecurigaan pun terbukti usai menemukan sejumlah sediaan farmasi tanpa izin edar sejenis Tramadol, Hexymer dan Riklona yang disimpan pelaku di dalam lemari baju," ungkapnya.

"Saat kami lakukan penggeledahan badan, kami tidak menemukan sediaan farmasi tersebut, akan tetapi setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, akhirnya kami lakukan penggeledahan di rumah kami berhasil mengamankan ratusan butir sediaan Farmasi tanpa izin edar jenis Tramadol, Hexymer dan Riklona di dalam lemari baju milik terduga pelaku," beber Ma'ruf menambahkan.

Ia menambahkan, Selain mengamankan sediaan farmasi tanpa izin edar, kami juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 1 unit telepon genggam, sebuah kotak hitam, dompet dan uang tunai hasil penjualan sebesar 100 ribu.

Hingga saat ini, RMM beserta barang bukti masih diamankan di Mapolres Sukabumi Kota.

"Terduga pelaku terancam Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) atau Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan dan atau Pasal 60 ayat (1) huruf a,b,c atau pasal 62 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman diatas 15 tahun penjara," pungkas Ma'ruf. (hms/drw)

Komentar

Jabar Lainnya