Aas Hayati (55) korban pembacokan menerima bantuan dari Baznas Kabupaten Sukabumi untuk biaya pengobatan selama di rumah sakit. Foto: Istimewa

SUKABUMI, JPNews - Setelah viral di berbagai media terkait kabar bahwa Aas Hayati (55) kebingungan harus menanggung beban biaya tunggakan rumah sakit, Aas yang merupakan korban pembacokan pada malam takbiran silam, warga Kampung Cilangla, Desa Cireunghas, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi itu terkena sabetan senjata tajam tanpa sebab. Akhirnya sudah bisa bernafas lega.

Baca juga: Ya Ampun Sedih, BPJS Ditolak, Ibu Korban Pembacokan Bingung Tak Mampu Bayar Tagihan Rumah Sakit

Hal tersebut dikarenakan telah adanya bantuan dari para dermawan kepada pihak keluarga Aas untuk membantu pelunasan tunggakan biaya rumah sakit.

Baznas Kabupaten Sukabumi melalui kepala divisi pendistribusian dan pendayagunaan Baznas Kabupaten Sukabumi, Muhammad Kamaludin membenarkan, bahwa pihak Baznas Kabupaten Sukabumi telah memberikan sejumlah bantuan kepada Aas Hayati untuk bantuan biaya pengobatan selama di rumah sakit beberapa waktu kemarin.

Baca juga: Kondisi Ibu Korban Pembacokan di Sukabumi Membaik, Kini Korban Bingung Bayar Biaya RS

"Kami sudah memberikan bantuan tersebut, pada Selasa (18/5) kepada pihak keluarga, sebesar 10 juta Rupiah yang diterima langsung oleh Karta selaku suami Aas," ucap Kamal kepada JPNews, Senin (24/5).

Kamal menuturkan, berharap agar bantuan tersebut bisa digunakan untuk membantu pelunasan tunggakan biaya Bu Aas saat di rumah sakit. "Kami berharap agar bantuan tersebut bisa meringankan beban biaya pengobatan yang ada di RS Hermina Sukabumi," bebernya.

Baca juga: Astagfirullah, Seorang Ibu Jadi Korban Pembacokan saat Malam Takbir di Sukabumi

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Hermina Sukabumi melalui bagian Humas RS Hermina Sukabumi Dewi Puji Astuti mengatakan, bahwa hingga hari ini, pihak rumah sakit belum menerima konfirmasi pembayaran dari pihak keluarga pasien.

"Hingga hari ini Senin (24/5), masih belum ada konfirmasi pembayaran terkait tunggakan pasien Aas Hayati," ungkap Humas RS Hermina Sukabumi, Senin (24/5). (wan)

Komentar

Jabar Lainnya