SUKABUMI, JPNews - Jajaran Polres Sukabumi Kota merangkul MUI Kabupaten Sukabumi, Baznas, Perwakilan Ormas Islam, tokoh agama dan semua pihak hingga ke tingkat desa untuk mencegah dan memerangi keberadaan berandalan bermotor yang selama ini sangat meresahkan masyarakat.

"Keberadaan berandalan motor atau geng motor belakang ini kerap meresahkan masyarakat. Untuk itu jajaran aparat Polresta Sukabumi Kota terus menggiatkan patroli dan operasi kesejumlah titik rawan berendalan motor di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, siang bahkan malam hingga dini hari," beber Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni  usai menghadiri acara rapat kordinasi dan deklarasi monolak berandalan motor di Sukabumi di Gedung Islamic Center,  Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/5).

Menurut dia, hal itu dilakukan agar berbagai bentuk kriminalitas yang dilakukan oknum berandalan motor tidak kembali terjadi dan bisa secara dini diantisipasi.

"Seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Cireunghas, dimana seorang ibu jadi korban korban kebrutalan gerombolan bermotor," terangnya.

Lanjut Sumarni, untuk mencegah makin beringasnya pelaku geng motor di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, kami akan terus intensifkan operasi dilapangan dan mengajak semua unsur masyarakat, ormas Islam, MUI untuk berkerja sama menolak keberadaan berandalan bermotor di Sukabumi.

"Kami mengingatkan tidak akan segan-segan sikat pelaku geng motor yang meresahkan," tegas Sumarni.

Ia menambahkan, saat ini di sejumlah daerah yang merupakan peta rawan kriminalitas para pelaku geng motor. Para pelaku yang dikenal sadis, bahkan tidak segan-segan melukai korban yang tidak berdosa. Setiap melakukan aksinya mereka biasa berkelompok serta dilengkapi senjata tajam (sajam).

"Oleh sebab itu, aktivitas para geng motor sudah sangat meresahkan dan harus ditindak tegas, untuk itulah kita harus bersatu dan bersinergi dalam hal memerangi kebrutalan berandal bermotor atau geng motor," urainya.

Guna mencegah adanya pelaku geng motor meresahkan, Sumarni menyebut, pihaknya telah menurunkan petugas Resort hingga Polsek Polsek untuk melakukan patroli rutin serta operasi secara secara stationer khususnya dititik-titik zona rawan.

"Patroli lebih ditingkatkan menjelang malam dini hari apalagi malam weekend pada hari Sabtu dan Minggu," ungkapnya.

"Biasanya para pelaku geng motor kerap berkumpul di sejumlah titik strategis untuk melakukan aksinya. Sebab itu, petugas terus diintensifkan untuk memantau setiap pergerekan mereka," jelas Sumarni menambahkan.

Pihaknya pun sendiri, kata dia, tidak mau kecolongan disana-sini ada korban keberingasan para pelaku geng motor. 

Usaha mencegahnya yang paling efektif ialah dengan cara secara mobile melakukan patroli dan operasi diseluruh titik keberutalan geng motor itu.

"Dengan begitu berbagai keberutalan para pelaku geng motor diwilayah hukum Sukabumi Kota bisa cepat dicegah dan diminimalisasi," ucap Sumarni.

Pihaknya pun tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas para pelaku geng motor yang kerap meresahkan masyarakat tersebut. Para pelaku geng motor akan dikensaksi sanksi yang berlaku. Bahkan pelaku yang nekad melakukan aksinya dengan melukai korban yang tidak berdosa, mungkin saja bisa dilakukan penembakan ditempat.

"Yang pasti kita akan tindak tegas. Tak akan ada kompromi kita sikat, tidak sedikitpun bagi oknum geng motor yang meresahkan masyarakat untuk diberikan ruang. Saya instruksikan untuk tembak di tempat," tegas Sumarni. (rud/drw)

Komentar

Jabar Lainnya